Arti Kata "publisistik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "publisistik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

publisistik

pub·li·sis·tik n ilmu tt kewartawanan dan media massa; jurnalistik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "publisistik"

📝 Contoh Penggunaan kata "publisistik" dalam Kalimat

1.Pelajar diharapkan menguasai dasar-dasar publisistik untuk memahami industri media massa.
2.Sekolah menawarkan program khusus untuk memperkuat publisistik dan keahlian jurnalistik siswanya.
3.publisistik modern harus menyajikan berita yang faktual dan tidak berbiass.
4.Ibu meminta anaknya mempelajari ilmu publisistik untuk meningkatkan pemahaman tentang media massa.
5.Dosen mengajar publisistik dengan menggunakan contoh-contoh dari berita terkini di media.

📚 Artikel terkait kata "publisistik"

Mengenal Kata 'publisistik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "publisistik" - Ilmu Kewartawanan yang Mengubah Masyarakat

Kata "publisistik" telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam era digital yang saat ini kita jalani. Namun, pernahkah Anda berpikir tentang asal-usul kata ini dan apa maknanya yang sebenarnya? Dalam arti resmi, kata "publisistik" berasal dari bahasa Inggris "publicist" yang berarti ilmu kewartawanan dan media massa. Ilmu ini telah ada sejak lama, bahkan sebelum era digital, dan telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Dalam konteks sosial, kata "publisistik" terkait erat dengan profesi jurnalis, wartawan, dan komunikator massa lainnya yang bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Contoh penggunaan kata "publisistik" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Saya sedang belajar ilmu publisistik di universitas," atau "Ia adalah seorang jurnalis yang ahli dalam ilmu publisistik." Dalam kedua contoh tersebut, kata "publisistik" digunakan untuk mengacu pada ilmu yang berkaitan dengan kewartawanan dan media massa. Selain itu, kata "publisistik" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti "publisistik yang efektif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "publisistik" memiliki relevansi yang cukup besar. Dalam era digital, informasi dapat tersebar dengan cepat dan luas melalui media sosial, blog, dan situs web. Oleh karena itu, ilmu publisistik menjadi semakin penting untuk memahami cara menyampaikan informasi yang efektif dan efisien kepada masyarakat. Dalam budaya Indonesia modern, kata "publisistik" menjadi lebih populer dan digunakan dalam berbagai konteks, dari komunikasi bisnis hingga politik. Dengan demikian, kata "publisistik" bukan hanya sekadar ilmu kewartawanan, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan fungsi kata "publisistik" dalam konteks yang lebih luas.