Arti Kata "pungkah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pungkah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pungkah

pung·kah n bungkah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pungkah"

📝 Contoh Penggunaan kata "pungkah" dalam Kalimat

1.Penggunaan pungkah sebagai bungkah sangat umum dalam kegiatan sehari-hari.
2.Para penjual sayuran di pasar menggunakan pungkah untuk membawa dagangan mereka.
3.Dalam konteks sastra, pungkah seringkali digunakan sebagai metafora untuk kehidupan yang sederhana.
4.Pembelajaran mengenai geografi di sekolah menengah menunjukkan pentingnya pungkah dalam navigasi.
5.Saat musim hujan, pungkah digunakan sebagai alat bawaan untuk menghadapi banjir.

📚 Artikel terkait kata "pungkah"

Mengenal Kata 'pungkah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pungkah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata pungkah adalah istilah yang mungkin tidak asing lagi bagi sebagian besar orang Indonesia, terutama mereka yang tinggal di pedesaan atau memiliki latar belakang budaya tradisional. Dalam arti resmi, pungkah atau bungkah adalah sebutan untuk kebun atau tanaman yang ditanam dengan tujuan untuk berkebun. Kata ini memiliki makna yang sangat dekat dengan konsep berkebun, yang merupakan kegiatan yang sangat populer di Indonesia. Dalam konteks historis, pungkah seringkali dihubungkan dengan konsep kehidupan pedesaan yang lebih sederhana dan dekat dengan alam. Orang-orang yang tinggal di pedesaan biasanya memiliki kebun atau pungkah yang ditanam dengan berbagai jenis tanaman, seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman obat. Dengan demikian, pungkah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan. Dalam kalimat yang alami, kata pungkah dapat digunakan seperti ini: "Saya suka menghabiskan waktu di pungkah saya, menanam sayuran dan menikmati keindahan alam." Atau, "Kita harus menjaga pungkah kita dengan baik agar tanaman tetap sehat." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa pungkah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, pungkah masih relevan hingga saat ini. Banyak orang Indonesia yang masih memiliki kebun atau pungkah di pedesaan atau bahkan di kota. Mereka memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam berbagai jenis tanaman, sehingga pungkah tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, konsep berkebun juga menjadi sangat populer di kalangan masyarakat modern, terutama karena dampak positifnya terhadap kesehatan dan lingkungan. Dengan demikian, pungkah tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak orang untuk menjaga kehidupan sehat dan alami.