Arti Kata "pungkur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pungkur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pungkur

pung·kur n 1 belakang; punggung; burit(an); buntut: tulang -- , tulang belakang; 2 sisa;
-- sagu sisa-sisa sagu yg kurang baik;
pe·mung·kur n sisa; endap-endap (sagu dsb): segala ~ makanan itu dikumpulkan untuk umpan ikan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pungkur"

📝 Contoh Penggunaan kata "pungkur" dalam Kalimat

1.Anak itu bermain dengan mainan di punggung ayahnya.
2.Sisa sagu yang kurang baik disebut pungkur.
3.Di hutan, kita harus berjalan dengan hati-hati untuk tidak jatuh ke punggung bebatuan.
4.Tulang belakang adalah bagian tubuh yang sangat penting bagi keseimbangan kita.
5.Dalam perburuan, segala pungkur makanan dikumpulkan untuk umpan ikan yang berharga.

📚 Artikel terkait kata "pungkur"

Mengenal Kata 'pungkur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pungkur" - Makna dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Kata "pungkur" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, pungkur dapat diartikan sebagai belakang, punggung, atau buntut. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini telah digunakan sejak lama untuk menggambarkan bagian tubuh yang tertinggal atau sisa-sisa sesuatu. Misalnya, "tulang pungkur" merujuk pada tulang belakang, sedangkan "sisa sagu pungkur" mengacu pada sisa-sisa sagu yang kurang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "pungkur" sering digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, "ikan yang berenang di belakang pungkur kapal" menggambarkan ikan yang berenang di belakang kapal, sedangkan "sisa makanan yang tertinggal di pungkur" merujuk pada sisa makanan yang tertinggal di tempat makan. Dalam kalimat lain, "pungkur" dapat digunakan untuk menggambarkan bagian belakang suatu objek, seperti "pungkur mobil yang terluka". Kata "pungkur" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Misalnya, dalam tradisi nelayan, pungkur kapal sering digunakan sebagai tempat untuk memancing ikan. Dalam konteks ini, pungkur kapal menjadi bagian yang sangat penting dalam proses memancing ikan. Selain itu, kata "pungkur" juga dapat digunakan dalam konteks lain, seperti dalam bahasa sehari-hari atau dalam puisi. Dalam puisi, pungkur dapat digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan bagian tubuh yang tertinggal atau sisa-sisa sesuatu. Dalam keseluruhan, kata "pungkur" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami makna dan penggunaan kata ini, kita dapat lebih baik memahami konteks historis dan sosial, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.