Arti Kata "purna" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "purna" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

purna

<b>purΒ·na-</b> <i>bentuk terikat</i> penuh; selesai: <i>purnayuda; purnawirawan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "purna"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "purna" dalam Kalimat

1.purna Sakti, seorang pahlawan nasional Indonesia, dikenal karena keberaniannya dalam pertempuran melawan penjajah.
2.Dia menyelesaikan studinya dengan baik dan menerima gelar Sarjana Hukum dari Universitas Gadjah Mada.
3.purna Warsa, seorang wanita yang telah mencapai usia lanjut, masih tetap aktif dalam komunitasnya.
4.purna Bakti, sebuah lembaga sosial, berusaha membantu para korban bencana alam.
5.purna Warga, seorang penulis, menulis cerita pendek yang mengeksplorasi tema kehidupan dan perubahan sosial.

πŸ“š Artikel terkait kata "purna"

Mengenal Kata 'purna' - Inspirasi dan Motivasi

Purna: Makna dan Penggunaan dalam Konteks Indonesia

Purna merupakan kata yang memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Sejarahnya, kata ini berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki konotasi yang terkait dengan kesempurnaan, akhir, atau pengakhiran. Dalam konteks sosial, kata purna sering digunakan untuk menggambarkan tahapan akhir dalam suatu proses atau kegiatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata purna digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Saya telah menyelesaikan pekerjaan saya dengan **purna** dan sekarang saya bisa meninggalkan kantor." Dalam kalimat ini, kata purna digunakan untuk menggambarkan tahapan akhir dalam suatu proses pekerjaan. Contoh lainnya adalah, "Pada acara pernikahan, sang pengantin wanita memakai pakaian **purna** yang indah dan elegan." Dalam kalimat ini, kata purna digunakan untuk menggambarkan tahapan akhir dalam suatu proses pernikahan. Kata purna juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Misalnya, dalam konteks budaya, kata purna digunakan dalam tradisi pernikahan Jawa, seperti "manggala **purna**" yang digunakan untuk menggambarkan tahapan akhir dalam suatu proses pernikahan. Selain itu, kata purna juga digunakan dalam konteks pendidikan, seperti "purna**sastra" yang digunakan untuk menggambarkan tahapan akhir dalam suatu proses belajar mengajar. Dalam konteks ini, kata purna digunakan untuk menggambarkan kesempurnaan atau akhir dalam suatu proses belajar mengajar.