Arti Kata "puso" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "puso" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

puso

pu·so a 1 tidak mengeluarkan hasil (sawah): tahun ini para petani tidak menikmati panennya krn mengalami --; 2 ki rusak krn dibiarkan tidak berpenghuni;
me·mu·so·kan v 1 membiarkan menjadi puso; 2 ki membiarkan rusak dan tidak memberi manfaat: Pemerintah ~ sejumlah rumah di daerah transmigrasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "puso"

📝 Contoh Penggunaan kata "puso" dalam Kalimat

1.Setelah musim hujan, sawah kami menjadi puso karena tidak ada air yang mengalir.
2.Para petani di daerah kami mengalami kesulitan karena tidak menikmati hasil panen karena sawah-sawah mereka menjadi puso.
3.Kita harus berhati-hati dalam menjaga sawah agar tidak menjadi puso karena serangan hama atau penyakit.
4.Pemerintah harus memperhatikan sawah-sawah di daerah transmigrasi agar tidak menjadi puso dan mengalami kerusakan.
5.Kondisi sawah yang menjadi puso membuat kami harus mencari lahan pertanian yang baru untuk menanam tanaman.

📚 Artikel terkait kata "puso"

Mengenal Kata 'puso' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Makna Puso dalam Bahasa Indonesia

Puso adalah kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna yang cukup luas dan kompleks. Secara umum, puso dapat diartikan sebagai suatu tempat yang tidak mengeluarkan hasil atau tidak berfungsi dengan baik. Dalam konteks sejarah dan sosial, kata puso sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sawah yang tidak menghasilkan panen yang baik, sehingga petani tidak dapat menikmati hasil panennya. Penggunaan kata puso dapat dilihat dalam berbagai konteks. Sebagai contoh, "Tahun ini, para petani di desa kami mengalami puso karena musim hujan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman mereka." Dalam contoh lain, "Rumah itu telah menjadi puso selama beberapa tahun karena tidak pernah dihuni oleh siapa pun." Selain itu, kata puso juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti "Pemerintah memutuskan untuk membiarkan beberapa rumah di daerah transmigrasi menjadi puso karena tidak memiliki tujuan yang jelas." Kata puso juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, kata puso sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi yang tidak stabil dan tidak berdaya. Dalam konteks ini, kata puso dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang tidak dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kata puso memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam konteks sejarah, sosial, maupun ekonomi.