Arti Kata "rajuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rajuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rajuk

ra·juk, me·ra·juk v 1 menunjukkan rasa tidak senang (dng mendiamkan, tidak mau bergaul): anak itu ~ krn ibunya tidak membelikannya boneka; 2 bersungut-sungut; mengomel: entah apa sebabnya ia ~ sepanjang hari;
~ kpd yg kasih (sayang), pb sesuatu yg tidak mungkin terjadi;
me·ra·juki v merajuk thd: istrinya ~ nya krn ia terlambat pulang;
pe·ra·juk n orang yg sering merajuk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rajuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "rajuk" dalam Kalimat

1.Anak itu merajuk karena ibunya tidak membelikannya boneka yang diinginkannya.
2.Dia terus merajuk sepanjang hari, tidak mau bergaul dengan teman-temannya.
3.Ayahnya mencoba menghiburnya, tetapi dia tetap merajuk dan tidak mau mendengarkan.
4.Suaminya merajuk kepadanya karena terlambat pulang dari kantor, sehingga membuatnya kecewa.
5.Dia dianggap sebagai orang yang sering merajuk oleh teman-temannya karena selalu bersungut-sungut.

📚 Artikel terkait kata "rajuk"

Mengenal Kata 'rajuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rajuk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "rajuk" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang menunjukkan rasa tidak senang atau kecewa terhadap sesuatu. Dalam konteks historis, kata "rajuk" sering digunakan dalam masyarakat tradisional untuk menggambarkan perilaku anak yang tidak senang dengan keputusan orang tua. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan situasi di mana seseorang merajuk karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Misalnya, seorang anak tidak mau bermain dengan temannya karena tidak mendapatkan boneka yang dia inginkan. Dalam situasi seperti ini, anak tersebut merajuk karena tidak senang dengan keputusan orang tuanya. Contoh lainnya adalah ketika seorang suami merajuk karena istrinya tidak mempersiapkan makan malam yang lezat. Dalam situasi seperti ini, suami tersebut merajuk karena tidak senang dengan hasil kerja istriinya. Lalu, bagaimana cara mengatasi perilaku merajuk ini? Salah satu cara adalah dengan berkomunikasi secara efektif dan menyampaikan kebutuhan dan keinginan kita dengan jelas. Kata "rajuk" memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan keluarga. Dalam budaya Indonesia modern, kita sering menemukan situasi di mana seseorang merajuk karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Namun, dengan berkomunikasi secara efektif dan menyampaikan kebutuhan dan keinginan kita dengan jelas, kita dapat mengatasi perilaku merajuk ini dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain. Dalam beberapa kasus, kata "rajuk" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak mau bergaul dengan orang lain. Misalnya, seorang anak tidak mau bergaul dengan temannya karena merajuk karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Dalam situasi seperti ini, anak tersebut tidak mau berinteraksi dengan orang lain karena merasa tidak senang dengan keputusan orang tuanya. Dengan demikian, kata "rajuk" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia dan memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan konteks kata "rajuk", kita dapat mengatasi perilaku merajuk ini dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain.