Arti Kata "rakus" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rakus" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rakus

ra·kus a 1 suka makan banyak dng tidak memilih; lahap; gelojoh; 2 ki ingin memperoleh lebih banyak dr yg diperlukan; loba; tamak; serakah;
ke·ra·kus·an n perihal rakus; ketamakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rakus"

📝 Contoh Penggunaan kata "rakus" dalam Kalimat

1.Dia selalu rakus saat makan dan tidak pernah puas.
2.Kebijakan pemerintah sangat rakus dalam menggelapkan kekayaan negara.
3.Makanan yang lezat membuatku menjadi sangat rakus dan menginginkan lebih.
4.Sifat rakus adalah salah satu sifat yang tidak baik dalam berinteraksi dengan orang lain.
5.Dalam novel tersebut, tokoh utama digambarkan sebagai orang yang sangat rakus dan tamak.

📚 Artikel terkait kata "rakus"

Mengenal Kata 'rakus' - Inspirasi dan Motivasi

Rakus: Ketamakan yang Mengancam Keseimbangan

Sejarah dan Konteks Makna

Kata "rakus" telah digunakan dalam bahasa Indonesia sejak lama untuk menggambarkan sifat seseorang yang suka makan banyak tanpa memilih, lahap, atau gelojoh. Dalam konteks sejarah, konsep rakus seringkali terkait dengan perilaku masyarakat pada masa lalu yang masih sangat bergantung pada pertanian dan sumber daya alam. Mereka yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan seringkali dianggap sebagai orang yang lebih beruntung dan memiliki status sosial yang lebih tinggi.

Contoh Penggunaan Kata Rakus

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rakus" seringkali digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki sifat tamak atau serakah. Contoh penggunaan kata rakus dalam kalimat yang alami adalah: - "Dia terlalu rakus dan tidak ingin berbagi makanan dengan orang lain." - "Orang tuanya tidak mengizinkan dia untuk makan di luar karena terlalu rakus." - "Dia menjadi rakus setelah mendengar tentang harga makanan yang murah di pasar."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "rakus" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep "konsumsi berlebihan" telah menjadi isu besar yang mengancam keseimbangan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Banyak orang yang terlalu rakus dalam mengonsumsi makanan dan barang-barang lainnya, sehingga menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kesadaran akan konsep rakus dan berusaha menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.