Arti Kata "ranggak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ranggak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ranggak

rang·gak, me·rang·gak·kan v menaikkan (perahu) ke darat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ranggak"

📝 Contoh Penggunaan kata "ranggak" dalam Kalimat

1.Penduduk desa harus menaikkan perahu ke darat saat cuaca buruk mendekati.
2.Pada malam tahun baru, masyarakat menaikkan perahu ke darat sebagai tradisi.
3.Pengemudi perahu harus berhati-hati saat menaikkan perahu ke darat di laut yang bergelombang.
4.Saat cuaca panas, nelayan memilih menaikkan perahu ke darat untuk menjaga keamanan.
5.Di musim hujan, pemerintah meminta warga menaikkan perahu ke darat untuk menghindari kerusakan.

📚 Artikel terkait kata "ranggak"

Mengenal Kata 'ranggak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ranggak" - Kunci Perahu di Daerah Pesisir

Kata "ranggak" memiliki makna umum sebagai aksi menaikkan (perahu) ke darat. Dalam konteks historis, kata ini erat kaitannya dengan kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir Indonesia. Mereka menggunakan perahu untuk berlayar dan menangkap ikan, kemudian melakukan ranggak untuk mengangkut hasil tangkapan mereka ke darat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "ranggak" dalam kalimat yang alami: "Setelah berlayar sepanjang hari, nelayan melakukan ranggak untuk mengangkut hasil tangkapan mereka ke pusat pengolahan." "Mereka melakukan ranggak secara bersama-sama untuk memudahkan proses pengangkutan." "Setelah berhari-hari berlayar, mereka akhirnya melakukan ranggak dan kembali ke darat." Kata "ranggak" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir Indonesia. Mereka masih menggunakan perahu sebagai sarana transportasi dan melakukan ranggak sebagai aksi mengangkut barang-barang ke darat. Selain itu, kata ini juga merepresentasikan ketergantungan masyarakat pesisir dengan laut dan alam. Dengan demikian, kata "ranggak" membantu kita memahami lebih dalam tentang kehidupan dan budaya masyarakat pesisir Indonesia.