Arti Kata "rantuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rantuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rantuk

ran·tuk v, me·ran·tuk v melanggar; membentur;
me·ran·tuk·kan v merantuk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rantuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "rantuk" dalam Kalimat

1.Kapal yang terlalu cepat me-ran-tuk dengan pantai dan rusak parah.
2.Pada saat yang sama, mobil itu mulai me-ran-tuk dengan pohon di pinggir jalan.
3.Mahasiswa tersebut selalu me-ran-tuk dengan teori yang diajarkan guru.
4.Di dalam film, pahlawan harus me-ran-tuk dengan musuh supaya bisa menang.
5.Di sekolah, guru berpesan kepada siswa agar tidak me-ran-tuk dengan teman.

📚 Artikel terkait kata "rantuk"

Mengenal Kata 'rantuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "rantuk" - Gaya Bahasa yang Menggetarkan Hati

Kata "rantuk" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan gerakan yang cepat dan keras, biasanya dalam konteks mencoba atau mengejar sesuatu. Dalam arti resmi, rantuk berarti melanggar atau membentur. Makna ini masih dapat ditemukan dalam beberapa kalimat yang menggunakan kata tersebut. Dalam sejarah, kata "rantuk" mungkin berasal dari suara keras yang dihasilkan oleh suatu objek saat menabrak atau melanggar objek lainnya. Seringnya digunakan dalam konteks olahraga atau pertandingan, seperti rantuk bola atau rantuk lawan. Dalam beberapa kasus, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kecelakaan atau kegiatan yang tidak terduga. "Dia melanggar bola dengan keras dan membuatnya rantuk ke arah samping," kata seorang pemain sepak bola tentang kejadian yang terjadi selama pertandingan. Dalam beberapa kasus, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang tidak terduga, seperti "Dia rantuk ke atas tangga dan jatuh." Kata "rantuk" juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Dia rantuk ke tempat kerja dengan motor yang tidak stabil." Dalam beberapa kasus, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang tidak terduga, seperti "Dia rantuk ke atas panggung dan jatuh selama acara penting." Dalam budaya Indonesia modern, kata "rantuk" sering digunakan dalam konteks humor atau lelucon. Misalnya, "Dia rantuk ke atas panggung dan jatuh, tapi kemudian dia bangkit dan terus berdansa." Dalam beberapa kasus, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang tidak terduga, seperti "Dia rantuk ke atas toilet dan jatuh."