Arti Kata "rasuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rasuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rasuk

1ra·suk n balok palang yg dipasang di antara tiang rumah untuk penahan atau penopang lantai (pd rumah panggung)

2ra·suk v, me·ra·suk v 1 memasuki tubuh manusia (tt roh jahat dsb): mereka terus menari sampai suatu kekuatan gaib ~ dan membuat mereka gagah berani; 2 mendalam; meresap benar; berkesan benar: adat yg bercampur agama telah lama ~ di sini; 3 bercampur-baur; bergaul: ia lebih banyak bergaul dan ~ di tengah-tengah masyarakat;
~ hati mengganggu (hati); menggoda; menggiurkan;
ke·ra·suk·an n kemasukan (roh jahat dsb); kesurupan: ia berbicara terus spt orang ~

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rasuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "rasuk" dalam Kalimat

1.Pekerjaan konstruksi rumah panggung tidak lengkap tanpa pemasangan rasuk yang kuat.
2.Pada masa lalu, rumah-rumah tradisional menggunakan rasuk kayu sebagai penahan lantai.
3.Sebagai mahasiswa arsitektur, kamu harus memahami fungsi rasuk dalam struktur bangunan.
4.rasuk yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada lantai dan bahkan menimbulkan bencana.
5.Pada proyek pembangunan rumah, pihak kontraktor harus memastikan bahwa rasuk dipasang dengan benar.

📚 Artikel terkait kata "rasuk"

Mengenal Kata 'rasuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rasuk" - Inspirasi dan Motivasi

Sebagai bagian dari struktur rumah tradisional, rasuk memiliki peran penting dalam menopang lantai dan menjaga kestabilan bangunan. Kata ini seringkali digunakan dalam konteks arsitektur dan bangunan rumah panggung, tetapi apakah Anda pernah memikirkan asal kata rasuk dan sejarahnya? Pada masa lalu, rasuk dipasang sebagai penahan atau penopang lantai, terutama pada rumah panggung yang dibangun di atas tanah atau tanah liat. Fungsi utamanya adalah untuk mengurangi tekanan pada lantai dan menjaga kestabilan bangunan. Dengan demikian, rasuk menjadi bagian penting dari struktur rumah tradisional dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakat. Contoh penggunaan kata rasuk dalam kalimat alami antara lain: "Pada bangunan rumah panggung, rasuk dipasang sebagai penahan lantai untuk meningkatkan kestabilan." Atau, "Arsitek harus memperhatikan posisi rasuk agar tidak mengganggu struktur bangunan secara keseluruhan." Dalam kehidupan sehari-hari, rasuk masih memiliki relevansi dalam konteks bangunan rumah dan hunian. Dalam era modern, rasuk tidak hanya berfungsi sebagai penahan lantai, tetapi juga dapat menjadi elemen estetika yang menarik, seperti pada desain rumah minimalis yang memanfaatkan rasuk sebagai elemen penopang yang elegan. Dengan demikian, rasuk masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia modern.