Arti Kata "regah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "regah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

regah

re·gah v, me·re·gah v pecah memanjang dan terbuka (tt kulit buah-buahan, kulit bibir, telapak tangan); lekang (tt tanah ); merekah; mulai mekar (tt kuntum bunga)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "regah"

📝 Contoh Penggunaan kata "regah" dalam Kalimat

1.Kulit buah pisang mulai regah ketika sudah matang dan siap dikonsumsi.
2.Tanah di daerah itu mulai regah akibat kekeringan yang berkepanjangan.
3.Bunga melati mulai regah dan mengeluarkan bau harum yang menyenangkan.
4.Kulit bibirku mulai regah karena terkena sinar matahari langsung.
5.Perubahan cuaca yang drastis membuat tanah di daerah hutan mulai regah dan pecah.

📚 Artikel terkait kata "regah"

Mengenal Kata 'regah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Regah" - Makna dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "regah" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan proses pelepasan kulit buah-buahan, kulit bibir, atau telapak tangan yang pecah memanjang dan terbuka. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi ketika sesuatu mulai regah? Bagaimana proses ini terjadi dan apa efeknya? Kata "regah" memiliki makna yang luas dan tidak hanya terkait dengan proses fisik. Dalam konteks budaya, "regah" juga dapat berarti mulai mekar, seperti kuntum bunga yang mulai terbuka. Ini menunjukkan bahwa kata "regah" memiliki aspek yang lebih abstrak dan dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas. Contoh penggunaan kata "regah" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: * "Kulit buah pisang mulai regah dan menjadi tidak terlalu padat." * "Kulit bibirku mulai regah dan terasa kering." * "Telapak tanganku mulai regah dan terasa lelah." Kata "regah" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sesuatu mulai regah, itu dapat menjadi tanda bahwa proses pelepasan atau perubahan telah dimulai. Ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti proses pematangan buah-buahan, perubahan musim, atau bahkan perubahan emosi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "regah" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti proses perubahan sosial atau ekonomi. Ketika suatu masyarakat mulai regah, itu dapat menjadi tanda bahwa proses perubahan telah dimulai dan masyarakat tersebut siap untuk beradaptasi dengan perubahan.