Arti Kata "rehidrasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rehidrasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rehidrasi

re·hid·ra·si /réhidrasi/ n proses senyawaan kembali: proses -- interaksi kimiawi ini mencegah kerusakan pd sel yg mati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rehidrasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "rehidrasi" dalam Kalimat

1.Pengobatan rehidrasi sangat penting dalam menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas.
2.Setelah berolahraga yang intensitas tinggi, kita harus minum banyak air untuk melakukan rehidrasi.
3.Penggunaan gula kompleks dapat membantu proses rehidrasi tubuh setelah berolahraga.
4.Seorang dokter memberikan perawatan rehidrasi kepada pasien yang menderita diare.
5.Pengenalan konsep rehidrasi sangat penting dalam pelajaran biologi di sekolah.

📚 Artikel terkait kata "rehidrasi"

Mengenal Kata 'rehidrasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rehidrasi" - Pentingnya Proses Senyawaan Kembali

Kata "rehidrasi" sudah lama digunakan dalam ilmu kimia dan biologi untuk menggambarkan proses senyawaan kembali. Dalam konteks ini, rehidrasi berarti proses interaksi kimiawi yang mencegah kerusakan pada sel yang mati. Istilah ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 untuk menjelaskan proses yang terjadi pada senyawa organik yang terkena air. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rehidrasi" sering digunakan dalam konteks yang berbeda, seperti dalam bidang medis. Misalnya, rehidrasi sangat penting dalam mengobati dehidrasi akibat penyakit atau kelelahan. "Dokter menyarankan pasien untuk melakukan rehidrasi dengan minum banyak air dan makan makanan yang bergizi," kata dokter. Kata "rehidrasi" juga dapat ditemukan dalam kalimat yang lebih umum. Misalnya, "Bumi mengalami rehidrasi setelah hujan lebat," atau "Tanaman perlu rehidrasi dengan air untuk tumbuh dengan baik." Dalam konteks ini, rehidrasi berarti proses pengembalian keadaan normal setelah kehilangan cairan atau kelembaban. Dalam budaya Indonesia modern, kata "rehidrasi" juga memiliki makna yang lebih luas. Misalnya, dalam konteks hukum, rehidrasi dapat berarti proses pengembalian keadaan normal setelah terjadi kesalahan atau kerusakan. Dalam konteks sosial, rehidrasi dapat berarti proses mengembalikan keadaan normal setelah terjadi konflik atau perbedaan pendapat. Dengan demikian, kata "rehidrasi" memiliki makna yang lebih luas dan kompleks daripada yang kita bayangkan sebelumnya. Dalam berbagai konteks, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pengembalian keadaan normal setelah kehilangan cairan, kerusakan, atau perbedaan pendapat.