Arti Kata "reklasifikasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reklasifikasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reklasifikasi

re·kla·si·fi·ka·si /réklasifikasi/ n pemecahan suatu transaksi dan dimasukkannya ke dl berbagai klasifikasi sekunder, biasanya disertai dng pemindahannya ke berbagai akun sekunder

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reklasifikasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "reklasifikasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah melakukan reklasifikasi hukum lama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern.
2.Direktorat Keuangan melakukan reklasifikasi pendapatan perusahaan untuk memperbarui laporan keuangan.
3.Berdasarkan keputusan pengadilan, pihak tertanggung harus melakukan reklasifikasi risiko dan tanggung jawab.
4.Buku sejarah menggambarkan peristiwa sejarah yang di reklasifikasi sebagai simbol kejayaan bangsa.
5.Pengajar mengajarkan kepada siswa bahwa reklasifikasi konsep ilmiah dapat membantu memahami fenomena alam.

📚 Artikel terkait kata "reklasifikasi"

Mengenal Kata 'reklasifikasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "reklasifikasi" - Pemecahan Transaksi yang Strategis

Dalam dunia bisnis dan keuangan, istilah reklasifikasi sering digunakan untuk menggambarkan proses pemecahan suatu transaksi dan dimasukkannya ke dalam berbagai klasifikasi sekunder. Sejarahnya, kata ini berasal dari bahasa Inggris dan telah menjadi bagian dari kebudayaan bisnis internasional. Dalam konteks ini, reklasifikasi merupakan langkah penting dalam mengatur dan mengelola keuangan perusahaan. Dalam prakteknya, reklasifikasi digunakan untuk menyesuaikan klasifikasi suatu transaksi dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya, suatu perusahaan melakukan penjualan produk A dan ingin mengatur transaksinya dalam laporan keuangan. Dalam hal ini, perusahaan dapat melakukan reklasifikasi untuk memasukkan transaksi tersebut ke dalam klasifikasi produk dan penjualan. Dengan demikian, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih akurat tentang kegiatan bisnisnya. Dalam kehidupan sehari-hari, reklasifikasi juga digunakan dalam bidang lain seperti pemerintahan dan organisasi. Misalnya, suatu lembaga pemerintah dapat melakukan reklasifikasi untuk mengatur anggaran dan biaya operasional. Dalam bidang keuangan pribadi, individu dapat melakukan reklasifikasi untuk mengatur dan mengelola keuangan pribadi mereka. Dengan demikian, individu dapat memiliki kontrol yang lebih baik atas keuangan mereka dan membuat keputusan yang lebih bijak. Dalam budaya Indonesia modern, reklasifikasi telah menjadi bagian dari kebudayaan bisnis dan keuangan. Dengan adanya perubahan dan perkembangan teknologi, reklasifikasi semakin penting dalam mengatur dan mengelola keuangan perusahaan. Dalam prakteknya, reklasifikasi dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam mengelola keuangan mereka.