Arti Kata "repis" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "repis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
repis
re·pis ? repih
Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "repis"
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "repis"
📝 Contoh Penggunaan kata "repis" dalam Kalimat
1.Ia merasa repis karena terus-menerus mengulang pekerjaan yang sama.
2.Siswa itu terlihat repis karena sulit menyelesaikan soal-soal matematika.
3.Dalam novel tersebut, karakter utama mengalami masa repih setelah kehilangan sahabatnya.
4.Pengajar tidak pernah sabar melihat murid-muridnya menjadi repis dalam belajar bahasa Inggris.
5.Kehilangan pekerjaan adalah hal terburuk yang bisa terjadi untuk seseorang yang sudah repis dalam pekerjaan.
📚 Artikel terkait kata "repis"
Mengenal Kata 'repis' - Inspirasi dan Motivasi
Mengenal Kata "repis" - Inspirasi dan Motivasi
Kata "repis" memiliki makna yang sangat spesifik dalam Bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang terlalu banyak berbicara atau berpendapat, sehingga menjadi tidak nyaman. Konsep ini juga terkait dengan sifat orang yang terlalu banyak bertanya atau berpikir tentang hal-hal yang tidak penting.Dalam arti resmi, kata "repis" dapat diterjemahkan sebagai 'repis atau repih'. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perilaku orang yang terlalu banyak berbicara atau berpendapat, sehingga menjadi tidak nyaman bagi orang lain.