Arti Kata "retrofleksi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "retrofleksi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

retrofleksi

ret·ro·flek·si /rétrofléksi/ n keadaan membengkok ke arah belakang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "retrofleksi"

📝 Contoh Penggunaan kata "retrofleksi" dalam Kalimat

1.Anak itu mengalami retrofleksi setelah terjatuh dan menggoyangkan punggungnya.
2.Dokter harus melakukan retrofleksi untuk memeriksa kerusakan tulang belakang pasien.
3.Dalam sastra, retrofleksi sering digunakan sebagai teknik untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman.
4.Pada tahap belajar bahasa Inggris, siswa harus melakukan retrofleksi untuk memahami kesalahan komunikasinya.
5.Dalam konteks biomekanika, retrofleksi dapat menyebabkan kerusakan pada sendi dan otot.

📚 Artikel terkait kata "retrofleksi"

Mengenal Kata 'retrofleksi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "retrofleksi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata retrofleksi berasal dari bahasa Latin, yaitu "retro" yang artinya "ke arah belakang" dan "fleksi" yang berarti "bengkok". Dalam konteks bahasa Indonesia, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang membengkok ke arah belakang, baik secara fisik maupun emosional. Konsep retrofleksi ini memiliki makna yang dalam dan kompleks, terkait dengan kehidupan sehari-hari dan perjalanan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata retrofleksi sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang kembali ke masa lalu, baik untuk memahami kesalahan yang pernah dilakukan maupun untuk menemukan inspirasi dan motivasi. Misalnya, "Setelah kecelakaan itu, dia melakukan retrofleksi dan menyadari bahwa dia tidak perlu mengambil risiko yang berlebihan." Atau, "Dia melakukan retrofleksi dan menemukan bahwa kegagalan yang pernah dialaminya sebenarnya adalah pelajaran berharga." Dalam konteks budaya Indonesia modern, konsep retrofleksi memiliki relevansi yang signifikan. Masyarakat kita sering kali dihadapkan pada keadaan yang memerlukan retrofleksi, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam masyarakat. Dalam kehidupan pribadi, seseorang mungkin melakukan retrofleksi untuk memahami kesalahan yang pernah dilakukan dan untuk menemukan jalan keluar dari situasi sulit. Dalam masyarakat, konsep retrofleksi dapat membantu kita memahami sejarah dan mengembangkan kesadaran yang lebih baik tentang keadaan sosial dan politik kita. Dengan melakukan retrofleksi, kita dapat belajar dari kesalahan masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik.