Arti Kata "ringis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ringis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ringis

ri·ngis v, me·ri·ngis v 1 menyeringai: orang itu berolok- olok sambil ~; 2 muka masam krn kecewa dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ringis"

📝 Contoh Penggunaan kata "ringis" dalam Kalimat

1.Orang itu menyeringai karena tidak suka dengan jawaban yang diberikan.
2.Di sekolah, guru meminta siswa untuk tidak bermain-main dan tidak ringis saat belajar.
3.Dia selalu ringis ketika melihat teman lamanya datang ke kota.
4.Saya tidak bisa menenangkan diri karena kehilangan dompet dan harus ringis karena kecewa.
5.Anak itu ringis karena tidak mau makan sayuran yang disajikan oleh ibunya.

📚 Artikel terkait kata "ringis"

Mengenal Kata 'ringis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ringis" - Ekspresi Wajah yang Menyampaikan Kecewa

Kata "ringis" adalah salah satu ekspresi wajah yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menyampaikan kecewa, kesal, atau bahkan marah. Dalam konteks sejarah, kata ini berasal dari bahasa Belanda "rijnigen", yang berarti "menyeringai" atau "menggelengkan kepala". Pada awalnya, kata ini digunakan oleh masyarakat Hindia Belanda untuk menyampaikan rasa kecewa atau kesal terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ringis" sering digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seseorang tidak mendapatkan apa yang diinginkan, mereka mungkin akan mengatakan "Aku ringis banget!" untuk menyampaikan kekecewaannya. Atau, ketika seseorang melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, mereka mungkin akan mengatakan "Bayanganku ringis, ternyata begitu!" untuk menyampaikan kekecewaannya. Kata "ringis" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa konteks, kata ini digunakan untuk menyampaikan rasa kecewa atau kesal terhadap situasi sosial atau politik. Misalnya, ketika seseorang melihat korupsi atau ketidakadilan sosial, mereka mungkin akan mengatakan "Saya ringis banget dengan kondisi ini!" untuk menyampaikan kekecewaannya. Dengan demikian, kata "ringis" menjadi salah satu ekspresi wajah yang dapat menyampaikan rasa kecewa atau kesal dalam berbagai situasi. Dalam beberapa budaya, kata "ringis" juga memiliki makna yang lebih dalam. Misalnya, dalam budaya Jawa, kata ini digunakan untuk menyampaikan rasa kecewa atau kesal terhadap situasi yang tidak menyenangkan, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan rasa kasihan atau empati terhadap orang lain. Dengan demikian, kata "ringis" menjadi salah satu ekspresi wajah yang dapat menyampaikan rasa kecewa, kesal, atau bahkan kasihan dalam berbagai situasi. Dalam kesimpulan, kata "ringis" adalah salah satu ekspresi wajah yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menyampaikan kecewa, kesal, atau bahkan marah. Dengan makna yang lebih dalam, kata ini juga dapat digunakan untuk menyampaikan rasa kasihan atau empati terhadap orang lain.