Arti Kata "sadran" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sadran" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sadran

sad·ran v, me·nyad·ran v mengunjungi makam atau tempat keramat pd bulan Ruwah untuk memberikan doa kpd leluhur (ayah, ibu, dsb) dng membawa bunga atau sesajian: jika diurut-urut asal-usulnya, -- tidak ada dl agama Islam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sadran"

📝 Contoh Penggunaan kata "sadran" dalam Kalimat

1.Di bulan Ramadhan, saya biasanya menyadran kubur leluhur dengan membawa bunga.
2.Saya mengajak teman-teman untuk menyadran makam tua, membantu mereka memahami sejarah dan budaya.
3.Dalam agama Islam, menyadran makam leluhur bukanlah hal yang dianjurkan, tetapi masih banyak orang yang melakukannya.
4.Saya pernah melihat di TV, seorang wanita menyadran kubur suaminya yang telah meninggal, menunjukkan rasa kasih sayang yang mendalam.
5.Di festival tahunan, masyarakat lokal menyadran makam raja lama dengan cara yang hikmat dan penuh makna.

📚 Artikel terkait kata "sadran"

Mengenal Kata 'sadran' - Inspirasi dan Motivasi

Mengetahui Lebih Dekat Kata "Sadran" dalam Budaya Indonesia

Kata "sadran" seringkali menjadi hal yang asing bagi kita, terutama bagi generasi muda yang tidak terbiasa dengan tradisi dan adat istiadat leluhur. Dalam konteks budaya Indonesia, sadran memiliki makna yang sangat khusus dan berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam arti resmi, sadran berarti mengunjungi makam atau tempat keramat pada bulan Ruwah untuk memberikan doa kepada leluhur dengan membawa bunga atau sesajian. Tradisi ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dan masih banyak masyarakat Indonesia yang menjalankannya setiap tahunnya. Dengan melakukan sadran, seseorang dapat menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada leluhur mereka, serta meminta petunjuk dan perlindungan. Contohnya, "Pada hari Jumat, keluarga kami melakukan sadran ke makam kakek saya di Taman Makam Pahlawan. Kami membawa bunga dan doa untuknya, semoga dia mendapat kebahagiaan di sisi Allah." Dengan demikian, kata sadran tidak hanya berarti melakukan ritual keagamaan, tetapi juga menunjukkan rasa kebersamaan dan solidaritas keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, kata sadran juga dapat memiliki makna yang lebih luas. Misalnya, "Setiap tahunnya, kami melakukan sadran ke tempat wisata alam untuk membersihkan lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan." Dengan demikian, kata sadran dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.