Arti Kata "sahih pengukur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sahih pengukur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sahih pengukur

ketepatan pengukuran yang dimiliki oleh alat ukur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sahih pengukur"

📝 Contoh Penggunaan kata "sahih pengukur" dalam Kalimat

1.alat ukur yang memiliki sahih pengukur sangat penting dalam bidang ilmu pengetahuan.
2.Dalam melakukan eksperimen, peneliti harus menggunakan alat yang memiliki sahih pengukur untuk mendapatkan hasil yang akurat.
3.Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa alat ukur yang memiliki sahih pengukur untuk mengetahui berat badan saya.
4.Dalam dunia pendidikan, anak-anak harus diajarkan bagaimana menggunakan alat ukur dengan sahih pengukur untuk mengukur panjang dan lebar.
5.Kehadiran sahih pengukur pada alat ukur membuat kita lebih mudah dalam melakukan pengukuran yang tepat.

📚 Artikel terkait kata "sahih pengukur"

Mengenal Kata 'sahih pengukur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sahih pengukur" - Ketepatan Pengukuran yang Membangun Kepercayaan

Dalam dunia teknik dan ilmu pengetahuan, **sahih pengukur** merupakan konsep yang sangat penting dalam menentukan ketepatan pengukuran. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti "benar" atau "sahih", sedangkan pengukur merujuk pada alat atau instrumen yang digunakan untuk mengukur suatu besaran. Dalam konteks historis, konsep **sahih pengukur** mulai dikembangkan pada abad ke-17 dengan munculnya alat ukur yang lebih akurat, seperti mikrometer dan kalibrasi. Dalam kehidupan sehari-hari, **sahih pengukur** sangat relevan dalam berbagai bidang, seperti konstruksi, arsitektur, dan industri manufaktur. Contoh penggunaan kata **sahih pengukur** dalam kalimat alami adalah: "Pengukuran yang dilakukan oleh tim ahli menggunakan alat **sahih pengukur** untuk memastikan ketepatan bangunan yang akan dibangun." Atau, "Perusahaan manufaktur menggunakan **sahih pengukur** untuk mengukur kualitas produk sebelum diekspor." Dalam kedua contoh tersebut, kata **sahih pengukur** digunakan untuk menekankan pentingnya ketepatan pengukuran dalam menjamin keamanan dan kualitas produk. Dalam budaya Indonesia modern, **sahih pengukur** juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, dalam proses pemeriksaan dokumen, pihak terkait menggunakan **sahih pengukur** untuk memastikan keabsahan dokumen yang diberikan. Dalam konteks ini, **sahih pengukur** digunakan untuk menjamin kepercayaan dan keamanan dalam transaksi bisnis. Dengan demikian, **sahih pengukur** bukan hanya konsep dasar dalam teknik, tetapi juga merupakan komponen penting dalam kehidupan sehari-hari.