Arti Kata "samplok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "samplok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

samplok

sam·plok v, ber·sam·plok v 1 bersenggolan (tt bagian anggota badan spt tangan): tanpa disengaja ia - dng gadis itu; 2 ki beradu pandang: mata mereka -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "samplok"

📝 Contoh Penggunaan kata "samplok" dalam Kalimat

1.Pada saat bermain basket, pemain dapat bersamplok dengan lawan untuk mendapatkan bola.
2.Bersamplok mata mereka berdua menunjukkan bahwa mereka memiliki perasaan yang sama.
3.Penglihatan keduanya bersamplok saat melihat ke arah yang sama.
4.Pada film laga, pemeran utama bersamplok dengan musuhnya menggunakan pedang.
5.Selama latihan senam, siswa harus berhati-hati agar tidak bersamplok dengan temannya.

📚 Artikel terkait kata "samplok"

Mengenal Kata 'samplok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Samplok" - Pengertian dan Contoh

Kata "samplok" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, namun ada yang masih belum mengerti maknanya. Secara umum, "samplok" memiliki arti bersenggolan atau beradu pandang tanpa sengaja. Konsep ini sudah ada sejak zaman dahulu, ketika orang masih menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi. Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata "samplok" berasal dari bahasa Jawa, yang artinya "bersentuhan" atau "beradu". Di masa lalu, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika dua orang tidak sengaja menyentuh atau beradu pandang. Dalam konteks sosial, kata "samplok" juga digunakan untuk menggambarkan situasi ketika ada hubungan asmara yang tidak diinginkan. Contoh penggunaan kata "samplok" dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Ia dan gadis itu - tanpa disengaja, sementara mereka berjalan di sepanjang jalan; mata mereka - dan tangan mereka -". Dalam contoh lain, "Mereka berdua beradu pandang dengan mata yang tidak sengaja -". Dalam kedua contoh tersebut, kata "samplok" digunakan untuk menggambarkan situasi ketika dua orang tidak sengaja menyentuh atau beradu pandang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "samplok" masih digunakan dalam berbagai konteks. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika ada hubungan asmara yang tidak diinginkan. Dalam konteks ini, kata "samplok" memiliki makna yang lebih dalam, yaitu menggambarkan situasi ketika ada perasaan yang tidak diinginkan antara dua orang. Dengan demikian, kata "samplok" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.