Arti Kata "sanggul ayam mengeram" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sanggul ayam mengeram" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sanggul ayam mengeram

sanggul di puncak kepala

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sanggul ayam mengeram"

📝 Contoh Penggunaan kata "sanggul ayam mengeram" dalam Kalimat

1.Di balik sanggul ayam mengeram, tersembunyi keindahan wajahnya yang cantik.
2.Pada tradisi adat istiadat, sanggul ayam mengeram menjadi simbol keanggunan dan kecantikan wanita.
3.Ibu membuat sanggul ayam mengeram pada anaknya sebelum mengikuti upacara keagamaan.
4.sanggul ayam mengeram di atas kepala gadis itu menjadi ciri khas budaya masyarakat kita.
5.Dalam lukisan tradisional, sanggul ayam mengeram sering digambarkan sebagai simbol keharmonisan dan ketenangan.

📚 Artikel terkait kata "sanggul ayam mengeram"

Mengenal Kata 'sanggul ayam mengeram' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sanggul ayam mengeram" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "sanggul ayam mengeram" memiliki makna umum sebagai "sanggul di puncak kepala" yang merupakan atribut adat istiadat bagi wanita Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sanggul ini biasanya dikenakan pada puncak kepala sebagai simbol kehormatan dan status sosial. Sejarahnya, sanggul ayam mengeram menjadi simbol kecantikan dan kehormatan bagi para wanita Jawa, terutama dalam acara-acara adat dan tradisional.

Penggunaan dalam Kalimat yang Alami

Sanggul ayam mengeram sering digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan atribut adat istiadat. Misalnya, "Dia mengenakan sanggul ayam mengeram sebagai simbol kejayaan keluarganya." Dalam kalimat ini, sanggul ayam mengeram digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kejayaan dan kehormatan keluarga. Contoh lainnya adalah, "Dia sangat bangga mengenakan sanggul ayam mengeram dalam acara pernikahannya." Dalam kalimat ini, sanggul ayam mengeram digunakan untuk menggambarkan kebanggaan dan kehormatan yang dialami oleh wanita Jawa.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sanggul ayam mengeram masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam acara-acara adat dan tradisional. Wanita Jawa masih menggunakan sanggul ayam mengeram sebagai simbol kehormatan dan status sosial. Selain itu, sanggul ayam mengeram juga digunakan sebagai inspirasi dan motivasi bagi para wanita Jawa untuk tetap menjaga kehormatan dan kecantikan diri mereka. Dalam konteks modern, sanggul ayam mengeram juga digunakan sebagai simbol kebudayaan dan identitas Jawa.