Arti Kata "sebak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sebak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sebak

se·bak a 1 penuh dan banyak airnya, hampir meluber (banjir); tergenang airnya (tidak dapat mengalir): air --; sungai --; 2 penuh dg air mata (tt mata); hampir meleleh (air mata): matanya -- krn menangis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sebak"

📝 Contoh Penggunaan kata "sebak" dalam Kalimat

1.Sungai tersebut telah menjadi sebak akibat hujan deras yang semalam menimpanya.
2.Air genangan di dalam rumah kami telah menjadi sebak setelah beberapa hari hujan.
3.Menyaksikan kecelakaan itu membuatnya sebak dan tidak dapat berbicara.
4.Air waduk telah menjadi sebak akibat banjir yang terjadi di daerah hulu.
5.Menangisinya membuat matanya sebak dan tidak dapat diberalaskan oleh siapa pun.

📚 Artikel terkait kata "sebak"

Mengenal Kata 'sebak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sebak" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis Sosial

Kata "sebak" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "sebak" berarti penuh dan banyak airnya, hampir meluber, atau tergenang airnya. Konsep ini paling sering ditemukan dalam konteks alam, seperti sungai yang sedang banjir atau air yang tergenang di sawah. Namun, makna ini juga dapat digunakan dalam konteks emosi, seperti mata yang penuh air mata ketika seseorang menangis.

Penggunaan Kata "Sebak" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sebak" sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana air berada dalam keadaan meluber atau tergenang. Misalnya, "Sungai sedang sebak akibat hujan deras yang turun sebelumnya," atau "Lahan sawah tergenang air sehingga tidak dapat dipanen." Selain itu, kata "sebak" juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan emosi seseorang, seperti "Mata dia sebak ketika mendengar kabar buruk itu."

Relevansi Kata "Sebak" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, kata "sebak" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika terjadi banjir, kata "sebak" digunakan untuk menggambarkan keadaan air yang meluber dan memenuhi jalan-jalan. Selain itu, kata "sebak" juga digunakan dalam konteks emosi, seperti ketika seseorang menangis karena kehilangan yang dialami. Dengan demikian, kata "sebak" menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang tidak hanya menggambarkan keadaan alam, tetapi juga emosi dan perasaan manusia.