Arti Kata "sedeng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sedeng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sedeng

se·deng /sédéng/ a gila; kurang waras

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sedeng"

📝 Contoh Penggunaan kata "sedeng" dalam Kalimat

1.Siswa itu sedeng dan tidak bisa mengikuti pelajaran karena terlalu sibuk bermain.
2.Dokter mengatakan bahwa pasien sedeng karena terlalu lama tidak tidur.
3.Ibu yang sedeng karena kelelahan setelah bekerja di rumah sepanjang hari.
4.Siswa yang sedeng karena terlalu banyak minum kopi sebelum ujian.
5.Pengajar harus hati-hati karena ada siswa yang sedeng dan sulit dipahami oleh gurunya.

📚 Artikel terkait kata "sedeng"

Mengenal Kata 'sedeng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sedeng" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Historis

Kata "sedeng" memiliki makna yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti "gila" atau "kurang waras". Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kepribadian ekstrem atau tidak stabil. Dalam masyarakat tradisional, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap tidak normal atau tidak dapat diterima.

Contoh Penggunaan Kata "sedeng"

Kata "sedeng" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan kepribadian seseorang. Contoh: - "Dia menjadi sedeng setelah menonton film horor yang menakutkan." - "Ia sangat sedeng saat melihat seekor ular besar di depan rumahnya." - "Dia sedeng setelah mengalami kecelakaan yang parah dan harus dirawat di rumah sakit."

Relevansi Kata "sedeng" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "sedeng" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kepribadian yang tidak stabil atau tidak dapat diterima. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki masalah mental. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata ini dengan bijak dan memahami konteksnya.