Arti Kata "selangkup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "selangkup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

selangkup

se·lang·kup v, me·nye·lang·kupi v melingkupi; menutupi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "selangkup"

📝 Contoh Penggunaan kata "selangkup" dalam Kalimat

1.Dalam rapat, dia duduk selangkup di sudut ruangan agar tidak menarik perhatian.
2.Pakar hukum mengatakan bahwa peristiwa tersebut menimbulkan kerugian besar yang melingkupi seluruh masyarakat.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama dikelilingi oleh keheningan yang selangkup setelah tragedi tersebut terjadi.
4.Pada pelajaran geografi, guru menyebutkan bahwa pegunungan selangkup di daerah tertentu merupakan fenomena alam yang unik.
5.Bulan Oktober diperingati sebagai bulan kebangkitan perempuan, yang selangkup menuntut hak-hak mereka.

📚 Artikel terkait kata "selangkup"

Mengenal Kata 'selangkup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Selangkup" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "selangkup" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan aksi menutupi atau melingkupi sesuatu. Makna umum dari kata ini adalah memberikan perlindungan atau melindungi sesuatu dari gangguan atau bahaya. Dalam konteks historis, kata ini mungkin digunakan dalam konteks tradisional, seperti melingkupi api menggunakan kayu atau daun untuk mencegah api menyebarkan ke seluruh ruangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "selangkup" memiliki banyak aplikasi. Contoh penggunaan kata ini dapat dilihat dalam kalimat seperti: "Dia menutupi wajahnya dengan selangkupan tangan untuk melindungi diri dari angin kencang." Dalam kalimat ini, kata "selangkup" digunakan untuk menggambarkan aksi menutupi wajah dengan tangan. Contoh lain adalah: "Dia selangkupkan tubuhnya untuk melindungi diri dari air hujan." Dalam kalimat ini, kata "selangkup" digunakan untuk menggambarkan aksi menutupi tubuh dengan selangkupan. Relevansi kata "selangkup" dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks perlindungan dan pengamanan. Contohnya, ketika ada kebakaran, masyarakat diharapkan dapat selangkupkan api dengan cara yang tepat untuk mencegah api menyebarkan ke seluruh wilayah. Dengan demikian, kata "selangkup" memiliki peran penting dalam mencegah kerusakan dan melindungi lingkungan sekitar.