Arti Kata "soren" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "soren" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

soren

1so·ren /sorén/, ter·so·ren v tersisip (keris dsb di pinggang)

2so·ren /sorén/ Jk n daun-daunan yg membusuk atau melapuk; humus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "soren"

📝 Contoh Penggunaan kata "soren" dalam Kalimat

1.Seorang prajurit tradisional menyimpan keris di pinggangnya soren.
2.Sebelum melakukan pertarungan, sang pemenang soren keris emasnya sebagai tanda kebanggaan.
3.Seorang pria memasang soren keris keluarganya di pinggangnya sebagai peninggalan warisan.
4.Tarian tradisional yang melibatkan soren keris dianggap memiliki nilai spiritual dan filosofis.
5.Di sebuah museum, soren keris lama dijual sebagai koleksi unik dan langka.

📚 Artikel terkait kata "soren"

Mengenal Kata 'soren' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "soren" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "soren" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "soren" berarti "tersisip" atau "dipasang" pada tempat tertentu, seperti keris di pinggang. Konteks historis dan sosial dari kata ini terletak pada budaya Jawa, di mana keris dipasang pada pinggang sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan.

Contoh Penggunaan Kata "soren" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh penggunaan kata "soren" dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Beliau memasang keris di pinggangnya untuk menunjukkan kehormatan dan kekuasaannya." Atau, "Dia sengaja memesan keris yang indah untuk disoren di pinggangnya." Dalam kedua contoh tersebut, kata "soren" digunakan untuk menggambarkan proses memasang keris di pinggang sebagai simbol kehormatan dan kekuasaan.

Relevansi Kata "soren" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, kata "soren" masih memiliki relevansi yang signifikan. Dalam beberapa tradisi budaya, seperti tradisi Jawa, keris masih dipasang di pinggang sebagai simbol kehormatan dan kekuasaan. Selain itu, kata "soren" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam ungkapan "soren hati" yang berarti "tersisipkan dalam hati" atau "tertulis dalam hati". Dengan demikian, kata "soren" masih memiliki makna yang relevan dan menarik dalam kehidupan sehari-hari.