Arti Kata "sorok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sorok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sorok

so·rok lihat pintu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sorok"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "sorok" dalam Kalimat

1.Dalam kehidupan sehari-hari, saya melihat teman saya sorok lihat pintu rumahnya.
2.Pemilik rumah meminta anaknya untuk tidak sorok di depan pintu, karena terlalu berisik.
3.Di sekolah, guru mengingatkan murid untuk tidak sorok di belakang teman, agar belajar bersama-sama.
4.Dalam film tersebut, tokoh utama menyelinap dan sorok di balik pintu untuk menghindari penjaga.
5.Saat bermain peran, anak-anak dikejutkan oleh pengiring yang muncul tiba-tiba setelah mereka sorok di balik properti.

πŸ“š Artikel terkait kata "sorok"

Mengenal Kata 'sorok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sorok" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sorok" memiliki arti resmi dalam bahasa Indonesia yaitu "soΒ·rok lihat pintu", yang pada awalnya digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari di pedesaan. Kata ini memiliki makna umum yang terkait dengan kebiasaan seseorang untuk melihat-lihat pintu rumahnya sebelum tidur atau beristirahat. Dalam konteks historis, kata "sorok" sering digunakan sebagai sinyal bagi keluarga yang tinggal di pedesaan bahwa waktunya untuk beristirahat telah tiba. Mereka akan meletakkan sandaran atau tisu di pintu rumah sebagai tanda bahwa mereka sudah siap untuk beristirahat. Dengan demikian, mereka dapat menyelamatkan waktu dan energi yang lebih banyak untuk kegiatan lainnya. Kata "sorok" masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa daerah, kata ini masih digunakan sebagai sinyal bagi keluarga untuk beristirahat atau tidur. Selain itu, kata "sorok" juga digunakan dalam konteks lain, seperti dalam peribahasa atau dalam kalimat yang alami. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sorok" dalam kalimat yang alami: - "Setelah makan malam, ibu akan melakukan sorok sebelum tidur." - "Karena sudah malam, kita harus melakukan sorok dan istirahat dulu." - "Ketika melihat pintu rumah sudah tertutup, itu berarti sudah waktunya untuk melakukan sorok." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sorok" memiliki relevansi yang cukup besar. Selain digunakan sebagai sinyal bagi keluarga untuk beristirahat, kata ini juga dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk melakukan hal-hal yang tidak terlalu penting atau tidak terlalu sulit. Dengan demikian, kita dapat menyelamatkan waktu dan energi yang lebih banyak untuk kegiatan lainnya.