Arti Kata "sosialistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sosialistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sosialistis

so·si·a·lis·tis a bersifat atau sesuai dng sosialisme; bersifat memihak kpd kepentingan masyarakat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sosialistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "sosialistis" dalam Kalimat

1.Pemerintah berusaha mengimplementasikan kebijakan sosialistis yang lebih pro-rakyat.
2.Partai politik sosialistis memenangkan pemilu dengan suara besar yang tak terduga.
3.Pada abad ke-19, ekonom sosialistis seperti Karl Marx mencetuskan teori tentang kapitalisme.
4.Guru yang memiliki latar belakang sosialistis sering membahas isu-isu sosial di dalam kelas.
5.Pengarang novel sosialistis terus menulis kisah tentang penderitaan rakyat yang miskin.

📚 Artikel terkait kata "sosialistis"

Mengenal Kata 'sosialistis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sosialistis" - Inspirasi dan Motivasi

Pada awalnya, kata sosialistis berkembang sebagai gerakan politik yang menekankan keadilan sosial dan keseimbangan ekonomi. Berasal dari kata "sosialisme", istilah ini telah berkembang sejak abad ke-19 sebagai alternatif terhadap kapitalisme. Dalam konteks historis, sosialistis seringkali diidentifikasi sebagai penganut ideologi yang menekankan kepentingan masyarakat atas kepentingan individu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata sosialistis sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, suatu program pendidikan dapat didefinisikan sebagai sosialistis jika bertujuan meningkatkan kesadaran dan peluang bagi masyarakat kurang beruntung. Seseorang juga dapat dianggap sosialistis jika selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam keputusannya. Dalam kalimat lain, sebuah lembaga sosial dapat disebut sosialistis jika memiliki misi untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh sosialistis dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Misalnya, gerakan peduli lingkungan hidup seringkali memiliki tujuan sosialistis yang ingin melindungi kepentingan masyarakat dan lingkungan. Dalam konteks budaya Indonesia modern, sosialistis juga berkaitan dengan peran pemerintah dalam menyediakan layanan publik yang adil dan merata. Dalam beberapa kasus, organisasi non-pemerintah (NGO) juga berperan sebagai agen sosialistis yang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.