Arti Kata "streng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "streng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

streng

streng /stréng/ a cak keras; ketat: Pak Amir -- sekali mendidik anak-anaknya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "streng"

📝 Contoh Penggunaan kata "streng" dalam Kalimat

1.Pak Amir adalah ayah yang sangat streng ketika mendidik anak-anaknya.
2.Sopir taksi itu sangat streng dalam mengemudi, tidak pernah ada kesalahan.
3.Atasan meminta karyawan untuk bekerja lebih streng dan efisien agar dapat meningkatkan produksi.
4.Ibu streng memarahi anaknya yang tidak melakukan pekerjaan rumahnya.
5.Dalam film itu, polisi yang berani membasmi kejahatan disebut sebagai "haji streng" yang tidak pernah menyerah.

📚 Artikel terkait kata "streng"

Mengenal Kata 'streng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Streng" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "streng" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini diartikan sebagai "cak keras; ketat". Konsep ini telah ada sejak zaman dulu, ketika nilai-nilai kedisiplinan dan kesabaran sangat dipedulikan. Pemaknaan kata "streng" dapat dilihat dari sudut pandang pendidikan. Dalam konteks ini, kata "streng" menggambarkan gaya kepemimpinan yang ketat dan tegas. Seorang pemimpin yang streng memiliki kemampuan untuk mengarahkan anak didiknya dengan jelas dan tegas, sehingga mereka dapat mengembangkan kepribadian yang kuat dan mandiri. Dalam kalimat, kata "streng" dapat disebutkan seperti ini: "Pak Amir memiliki gaya kepemimpinan yang streng, sehingga anak-anaknya dapat tumbuh menjadi orang yang berprestasi." Kata "streng" juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan, ketika kita menghadapi kesulitan dalam mencapai tujuan, kita perlu menjadi orang yang streng dan tidak mudah menyerah. Dengan demikian, kita dapat mengembangkan kekuatan mental dan fisik yang lebih baik. Contoh lainnya adalah ketika kita harus menghadapi konflik dengan orang lain, kita perlu menjadi orang yang streng dan tidak mudah terpengaruh oleh perasaan negatif. Dalam budaya Indonesia modern, kata "streng" memiliki makna yang sangat relevan. Kita hidup dalam era globalisasi yang sangat cepat dan kompleks, sehingga kita perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan dengan cepat dan fleksibel. Oleh karena itu, kita perlu menjadi orang yang streng dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.