Arti Kata "subgeneralisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "subgeneralisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

subgeneralisasi

sub·ge·ne·ra·li·sa·si /subgéneralisasi/ n generalisasi yg mempunyai kebenaran terbatas

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "subgeneralisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "subgeneralisasi" dalam Kalimat

1.Penggunaan subgeneralisasi dalam penelitian ilmiah memungkinkan peneliti untuk mengeneralisasi temuan dengan batasan.
2.Namun, subgeneralisasi bukanlah hal yang efektif dalam berbicara di masyarakat karena dapat menimbulkan kebingungan.
3.Dalam karya sastra, subgeneralisasi sering digunakan untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari yang kompleks.
4.Dalam konteks pendidikan, subgeneralisasi dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang abstrak dengan lebih baik.
5.Penggunaan subgeneralisasi dalam ilmu sosial dapat membantu para peneliti memahami fenomena sosial yang kompleks dengan lebih baik.

📚 Artikel terkait kata "subgeneralisasi"

Mengenal Kata 'subgeneralisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Subgeneralisasi" - Pentingnya Kebenaran Terbatas dalam Berpikir

Kata subgeneralisasi seringkali tidak begitu populer dalam percakapan sehari-hari, tetapi maknanya sangat relevan dalam kehidupan modern. Dalam arti resmi, subgeneralisasi atau subgeneralisasi adalah generalisasi yang memiliki kebenaran terbatas. Konsep ini berasal dari filsafat dan ilmu pengetahuan, yang menekankan pentingnya memahami batasan dan keterbatasan dalam berpikir. Dalam sejarah, konsep subgeneralisasi muncul sebagai reaksi terhadap generalisasi yang berlebihan. Ketika seseorang membuat generalisasi tanpa mempertimbangkan konteks dan batasan, maka subgeneralisasi dapat digunakan untuk mengkoreksinya. Misalnya, "Setiap orang dari suku tertentu selalu memiliki sifat agresif" dapat dikoreksi menjadi "Banyak orang dari suku tertentu memiliki sifat agresif, tetapi tidak semua orang memiliki sifat tersebut." Dengan demikian, subgeneralisasi membantu kita untuk memahami kebenaran dengan lebih akurat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata subgeneralisasi dalam kalimat yang alami: * "Studi menunjukkan bahwa subgeneralisasi tentang efektivitas obat tertentu tidak sepenuhnya akurat." * "Dia membuat subgeneralisasi tentang suku tertentu yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi tidak melihat faktor lain yang lebih signifikan." * "Kita harus berhati-hati dalam membuat subgeneralisasi tentang karakteristik orang tertentu, karena kebenaran dapat berbeda-beda tergantung pada konteks." Dalam kehidupan sehari-hari, subgeneralisasi sangat relevan. Ketika kita membuat generalisasi tanpa mempertimbangkan konteks, maka kita berisiko membuat kesalahan dan berdampak negatif. Dengan menggunakan subgeneralisasi, kita dapat memahami kebenaran dengan lebih akurat dan lebih berempati terhadap orang lain. Dalam budaya Indonesia modern, subgeneralisasi dapat membantu kita untuk mengatasi prejufis dan stereotip yang dapat berdampak negatif.