Arti Kata "sukat penuh sudah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sukat penuh sudah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sukat penuh sudah

Peribahasa sudah habis kesabaran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sukat penuh sudah"

📝 Contoh Penggunaan kata "sukat penuh sudah" dalam Kalimat

1.sukat penuh sudah, aku tidak bisa menerima perintahnya lagi setiap hari.
2.Dalam pelajaran sejarah, guru mengatakan bahwa peradaban kuno telah mencapai sukat penuh sudah dan runtuh akibat perang saudara.
3.Setiap hari, aku merasa bahwa kesabaran aku sudah mencapai sukat penuh sudah karena terus menerima kritik dari teman-temanku.
4.Kerja kerasnya sudah mencapai sukat penuh sudah, tetapi dia masih ingin mengejar impian menjadi atlet profesional.
5.Pengalaman hidupku sudah mencapai sukat penuh sudah, dan aku tidak ingin lagi menghadapi tantangan yang sulit.

📚 Artikel terkait kata "sukat penuh sudah"

Mengenal Kata 'sukat penuh sudah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sukat penuh sudah" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "sukat penuh sudah" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan seseorang yang telah mencapai titik toleransi maksimal. Kata "sukat" sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu "suku", yang berarti "bagian" atau "ukuran". Jadi, "sukat penuh sudah" dapat diartikan sebagai "sudah habis kesabaran". Historisnya, peribahasa ini mungkin dipengaruhi oleh tradisi masyarakat Jawa yang mengukur kesabaran seseorang dengan menggunakan "suku" sebagai satuan. Dalam konteks ini, jika seseorang telah mencapai "suku" tertentu, maka artinya mereka telah mencapai titik toleransi maksimal dan tidak dapat menahan lagi. **Contoh Penggunaan dalam Kalimat** Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "sukat penuh sudah" dalam kalimat yang alami: * "Saya sudah sukat penuh sudah dengan kebiasaan teman saya yang selalu datang terlambat." * "Ibu saya sudah sukat penuh sudah dengan suara burung yang berterbangan di jendela kami." * "Saya pikir saya sudah sukat penuh sudah dengan tekanan kerja yang semakin meningkat." **Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari** Peribahasa "sukat penuh sudah" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era modern ini, seseorang seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan dan tekanan yang dapat membuat mereka mencapai titik toleransi maksimal. Dengan demikian, peribahasa ini dapat dijadikan inspirasi bagi kita untuk lebih menyadari batasan kesabaran kita dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi tantangan. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "sukat penuh sudah" dapat dijadikan simbol untuk menggambarkan kesabaran yang telah mencapai titik maksimal. Dengan demikian, kita dapat lebih menyadari pentingnya menjaga kesabaran kita dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi tantangan.