Arti Kata "sumbut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sumbut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sumbut

sum·but ark a sesuai (dng ongkosnya, tenaganya, dsb); sepadan: hasilnya tidak -- dng biaya yg telah dikeluarkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sumbut"

📝 Contoh Penggunaan kata "sumbut" dalam Kalimat

1.Dalam perundingan bisnis, kami harus memastikan bahwa hasilnya sepadan dengan biaya yang telah dikeluarkan.
2.Ketika membeli suatu properti, harus dihitung apakah sumbut antara harga jual dan harga pembelian.
3.Sebagai pegawai negeri, saya harus memastikan bahwa hasil kerja saya sepadan dengan gaji yang saya terima.
4.Ketika memutuskan untuk memulai bisnis, harus dibandingkan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diharapkan.
5.Dalam analisis keuangan, perlu dipertimbangkan apakah sumbut antara investasi dan hasilnya untuk membuat keputusan yang tepat.

📚 Artikel terkait kata "sumbut"

Mengenal Kata 'sumbut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sumbut" - Nilai Etis dalam Bertransaksi

Kata "sumbut" sering digunakan dalam berbagai konteks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini memiliki makna sebagai sesuatu yang sepadan atau setara dengan sesuatu yang lain, terutama dalam hal biaya atau tenaga yang dikeluarkan. Konsep ini tidak hanya berlaku dalam transaksi ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di mana kita sering berinteraksi dengan orang lain. Dalam sejarah, kata "sumbut" telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak zaman kolonial. Pada masa itu, kata ini digunakan untuk menggambarkan hasil yang diperoleh dari suatu usaha atau kerja keras yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Konsep ini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks bisnis dan ekonomi. Contoh penggunaan kata "sumbut" dalam kalimat alami: * "Saya sangat puas dengan hasilnya, karena ini adalah nilai sumbut dari semua kerja keras yang saya lakukan." * "Biaya yang saya keluarkan untuk membeli mobil ini layak dengan kualitasnya, ini adalah contoh sumbut yang baik." * "Saya tidak dapat menemukan nilai sumbut dari uang yang saya investasikan dalam bisnis ini." Kata "sumbut" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam budaya kita, konsep nilai sumbut sangat penting dalam menentukan keputusan dalam bertransaksi. Kita selalu berusaha untuk mencari nilai sumbut yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa kita tidak kehilangan uang atau waktu dalam melakukan transaksi.