Arti Kata "sungkum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sungkum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sungkum

sung·kum ark v, me·nyung·kum v meniarap (mukanya mengenai tanah dsb); menyungkur;
- tanah bersujud;
ter·sung·kum v tertiarap; tersungkur; tersembam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sungkum"

📝 Contoh Penggunaan kata "sungkum" dalam Kalimat

1.Ibu mendorong adiknya agar tidak menyungkum di lapangan karena akan terluka.
2.Penduduk desa menunggu hujan yang akan menyebabkan sungkum dan banjir di daerah mereka.
3.Dalam perang, tentara harus belajar untuk tetap tenang dan tidak menyungkum ketika menghadapi musuh.
4.Ia menyungkum di atas ranjang setelah mendengar berita buruk tentang kehilangan saudaranya.
5.Dalam puisinya, penyair menggambarkan suasana hati yang sedang menyungkum kehilangan dan kesepian.

📚 Artikel terkait kata "sungkum"

Mengenal Kata 'sungkum' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sungkum" - Arti dan Fungsi dalam Bahasa Indonesia

Kata "sungkum" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara etimologis, kata ini berasal dari kata dasar "sungkung", yang berarti meniarap atau menyungkur. Pada awalnya, kata "sungkum" digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang meniarap atau menyungkur ke tanah.

Asal Usul dan Konteks Sosial

Dalam konteks sosial, kata "sungkum" sering digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang menunjukkan rasa takut atau kesulitan. Misalnya, seseorang yang menunggu hukuman atas kesalahan yang telah dilakukannya mungkin akan menyungkur ke tanah sebagai tanda rasa bersalah. Dalam konteks ini, kata "sungkum" digunakan untuk menggambarkan tindakan yang menunjukkan rasa lemah atau tidak berdaya.

Penggunaan Kata "sungkum" dalam Kalimat

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "sungkum" dalam kalimat yang alami: - Setelah melihat foto hasil pemilu, ia menyungkur ke tanah karena terkejut. - Seseorang yang baru saja menerima kabar tentang kematian keluarganya merasa takut dan menyungkur ke tanah. - Setelah melihat foto kecelakaan mobil, saya merasa takut dan menyungkur ke tanah.

Relevansi Kata "sungkum" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "sungkum" masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks yang berhubungan dengan rasa takut atau kesulitan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "sungkum" masih digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang menunjukkan rasa lemah atau tidak berdaya. Namun, perlu diingat bahwa kata "sungkum" tidak selalu memiliki arti yang negatif, dan dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan yang menunjukkan rasa hormat atau kesadaran.