Arti Kata "sunyata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sunyata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sunyata

su·nya·ta Jw n, ke·su·nya·ta·an n kebenaran atau kenyataan (dl ilmu tasawuf atau agama): alam -; ilmu -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sunyata"

📝 Contoh Penggunaan kata "sunyata" dalam Kalimat

1.Dalam filsafat Buddha, konsep sunyata sangat penting dalam memahami sifat kekosongan atau ketiadaan dari segala hal.
2.Pengajar agama Buddha mengajarkan bahwa sunyata dapat membantu seseorang mencapai kesadaran yang lebih dalam dan bebas dari keinginan.
3.Konsep sunyata juga digunakan dalam ilmu tasawuf untuk menggambarkan keadaan alam sebenarnya yang bebas dari atribut atau atribusi.
4.Dalam konteks sehari-hari, sunyata dapat diartikan sebagai keadaan yang tidak memiliki makna atau tujuan yang jelas.
5.Dalam karya sastra kuno, sunyata sering digambarkan sebagai keadaan yang kosong dan tidak memiliki kesan atau efek.

📚 Artikel terkait kata "sunyata"

Mengenal Kata 'sunyata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sunyata" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sunyata" merupakan istilah yang berasal dari agama Buddha dan filosofi Jawa. Dalam konteks ini, sunyata menjelaskan tentang kebenaran atau kenyataan yang absolut. Istilah ini memiliki konotasi bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini sifatnya sementara dan tidak memiliki substansi yang khusus. Dalam pandangan ini, sunyata menjadi inspirasi bagi kita untuk menghadapi kehidupan dengan lebih bijaksana dan tidak terjebak pada kekacauan emosi. Dalam kalimat sehari-hari, sunyata dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Pada akhirnya, sunyata dari kehidupan adalah kehilangan segalanya, namun juga menjadi bebas dari segala keterikatan." Atau, "Melalui pengalaman ini, saya menyadari sunyata dari kebahagiaan, yaitu kebutuhan akan keberanian untuk mengambil risiko." Dalam kehidupan sehari-hari, sunyata memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kita seringkali terjebak pada keinginan untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Namun, sunyata mengingatkan kita bahwa kesuksesan dan kebahagiaan tidaklah abadi. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk menikmati kehidupan sekarang dan tidak terjebak pada kekacauan emosi. Dengan sunyata sebagai inspirasi, kita dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan hidup dengan lebih bijaksana.