Arti Kata "supervisi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "supervisi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

supervisi

su·per·vi·si n pengawasan utama; pengontrolan tertinggi; penyeliaan: dua orang petugas kesehatan mengadakan -- di puskesmas- puskesmas pedesaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "supervisi"

📝 Contoh Penggunaan kata "supervisi" dalam Kalimat

1.Pengawas sekolah melakukan supervisi terhadap guru-guru di sekolah.
2.Ketua tim proyek meminta tim untuk melakukan supervisi terhadap kinerja anggota tim.
3.Dalam pengawasan keamanan, polisi melakukan supervisi terhadap semua akses masuk ke bangunan.
4.Kepala departemen melakukan supervisi terhadap semua laporan keuangan yang diterima departemen.
5.Pendiri yayasan melakukan supervisi terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh yayasan.

📚 Artikel terkait kata "supervisi"

Mengenal Kata 'supervisi' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Pengertian Supervisi

Supervisi adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin, yaitu "supervidere," yang berarti "melihat dari atas." Dalam konteks resmi, kata supervisi memiliki makna sebagai pengawasan utama, pengontrolan tertinggi, atau penyeliaan. Dalam pengertian ini, supervisi adalah proses pengawasan yang dilakukan oleh individu atau tim yang lebih berpengalaman dan memiliki wewenang untuk memantau dan mengontrol kegiatan lainnya. Dalam dunia kesehatan, misalnya, dua orang petugas kesehatan dapat melakukan supervisi di puskesmas-puskesmas pedesaan untuk memastikan bahwa layanan kesehatan yang disediakan oleh pihak yang berwenang memenuhi standar kualitas.

Supervisi juga dapat diartikan sebagai proses pengawasan yang dilakukan oleh atasan atau pengawas untuk memantau kinerja bawahan atau tim yang bekerja di bawahnya. Dalam kehidupan sehari-hari, contoh supervisi dapat dilihat dalam proses pengawasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, pengawas terhadap karyawan, atau bahkan orang tua terhadap anaknya. Dalam beberapa kasus, supervisi juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kegiatan bisnis atau organisasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, supervisi sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh individu atau tim dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Dengan adanya supervisi, individu atau tim dapat memahami masalah dan kesalahan yang terjadi dan melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, supervisi juga sangat penting dalam pengembangan sistem dan struktur organisasi yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam mencapai tujuan.