Arti Kata "syarah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "syarah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

syarah

1sya·rah Ar n nafsu yg kuat terutama pd makanan; keinginan

2sya·rah n 1 keterangan; uraian; ulasan; penjelasan: 2 pidato; ceramah;
ber·sya·rah v memberi ceramah; berpidato;
men·sya·rah·kan v membicarakan; menjelaskan: di halaman itu tercantum beberapa hadis yg - ayat-ayat tsb;
sya·rah·an n ceramah; pidato; penerangan; propaganda;
pen·sya·rah n 1 pembicara (dl ceramah dsb): saya sudah menghubungi empat orang - yg sangat tegas; 2 orang yg mengajar di perguruan tinggi; dosen

3sya·rah ark v, sya·rah·an n penerbitan (surat kabar, majalah, dsb): surat kabar - pagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "syarah"

📝 Contoh Penggunaan kata "syarah" dalam Kalimat

1.Dalam syarah Al-Qur'an, makna kata syarah adalah penjelasan atau interpretasi.
2.Pada umumnya, syarah digunakan sebagai istilah dalam ilmu hadits untuk menyebut penafsiran hadits dari nabi Muhammad SAW.
3.Dalam konteks makanan, syarah sering digunakan untuk menggambarkan keinginan yang kuat terhadap makanan tertentu.
4.Seorang ahli psikologi menganalisis syarah sebagai keinginan yang dominan dalam perilaku manusia.
5.Dalam beberapa budaya, syarah dianggap sebagai kekuatan alami yang tidak dapat dihindari.

📚 Artikel terkait kata "syarah"

Mengenal Kata 'syarah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "syarah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "syarah" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "syarah" berarti keinginan atau kekuatan nafsu yang kuat, terutama pada makanan. Konteks historis dan sosial kata ini dapat dilihat pada budaya Arab dan Islam, di mana "syarah" digunakan untuk menggambarkan keinginan atau nafsu yang sulit untuk dikendalikan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata "syarah" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Saya memiliki syarah untuk makanan manis," atau "Dia memiliki syarah untuk belanja online." Contoh lainnya adalah, "Saya harus mengendalikan syarahku agar tidak terlalu banyak makan." Kata "syarah" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari Indonesia modern. Dalam budaya kita, "syarah" seringkali digunakan untuk menggambarkan keinginan atau nafsu yang tidak terkontrol. Misalnya, seseorang mungkin memiliki syarah untuk membeli barang-barang yang tidak perlu, atau memiliki syarah untuk menonton televisi selama berjam-jam. Dalam konteks ini, kata "syarah" dapat menjadi inspirasi untuk mengendalikan keinginan dan nafsu kita, sehingga kita dapat hidup lebih seimbang dan produktif. Dengan demikian, kata "syarah" bukan hanya sekadar istilah teknis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari.