Arti Kata "tangkah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tangkah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tangkah

tang·kah, tang·kah·an n tempat menjemur ikan (di perkampungan nelayan tradisional)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tangkah"

📝 Contoh Penggunaan kata "tangkah" dalam Kalimat

1.Pada pagi hari, saya biasanya pergi ke pasar tradisional untuk membeli ikan segar dari tempat menjemur ikan di dekat pelabuhan.
2.Di kampung nelayan, ada sebuah tempat menjemur ikan yang terletak di tepi pantai dengan pemandangan laut yang indah.
3.Selama liburan, saya ingin mengunjungi tempat menjemur ikan di daerah pesisir untuk menikmati keindahan alam dan kebiasaan masyarakat setempat.
4.Saya pernah mendengar bahwa di daerah tertentu, tempat menjemur ikan adalah salah satu tempat wisata yang populer bagi para pelancong.
5.Di sekolah, guru saya pernah mengajarkan tentang kebiasaan masyarakat tradisional yang menjemur ikan di tempat-tempat tertentu untuk memperoleh sumber protein yang segar.

📚 Artikel terkait kata "tangkah"

Mengenal Kata 'tangkah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tangkah" - Tradisi Nelayan yang Tetap Hidup

Kata "tangkah" memiliki makna yang khusus dalam bahasa Indonesia, yaitu tempat menjemur ikan di perkampungan nelayan tradisional. Kata ini memiliki konteks historis yang kuat, mencerminkan kehidupan nelayan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam masyarakat nelayan, tangkah merupakan tempat yang sangat penting, di mana ikan yang baru ditangkap dapat dijemur untuk diproses dan dijual. Contoh penggunaan kata "tangkah" dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. Misalnya, "Setiap pagi, aku pergi ke tangkah ayahku untuk membantu menjemur ikan." atau "Ikan yang baru ditangkap kemarin sudah dijemur di tangkah kami." Dengan demikian, kata "tangkah" menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di perkampungan nelayan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tangkah" juga memiliki relevansi dengan kebiasaan masyarakat Indonesia modern. Meskipun perkampungan nelayan tradisional sudah tidak banyak ditemukan lagi, namun tradisi dan kebiasaan nelayan masih hidup dalam hati masyarakat. Oleh karena itu, kata "tangkah" tetap menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia, mencerminkan keaslian dan keunikan masyarakat Indonesia.