Arti Kata "tapuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tapuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tapuk

1ta·puk v, me·na·puk v menampar muka (bagian pipi, muka)

2ta·puk n kedok, topeng (pertunjukan)

3ta·puk ? tepuk

4ta·puk v bersama-sama mulai; mulai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tapuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "tapuk" dalam Kalimat

1.Dalam kontes laga silat, penantang berhasil menangkap lawan laga dengan tapuk.
2.Pada hari itu, si anak kecil menangis setelah di tapuk oleh ayahnya karena melakukan kesalahan.
3.Dalam pertandingan sepak bola, pemain lawan berhasil melakukan tapuk pada pemain kita, sehingga ia terjatuh ke tanah.
4.Ketika di sekolah, seorang siswa di tapuk oleh gurunya karena tidak mengikuti perintah.
5.Dalam adegan film, pahlawan berhasil menangkap musuhnya dengan menggunakan tapuk yang kuat dan tajam.

📚 Artikel terkait kata "tapuk"

Mengenal Kata 'tapuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tapuk" - Membangun Kebijaksanaan

Kata tapuk mempunyai makna yang cukup khas dalam bahasa Indonesia, yaitu menampar muka, terutama bagian pipi atau muka. Makna ini telah ada sejak zaman dahulu, bahkan tercatat dalam beberapa sumber budaya tradisional Indonesia. Dalam konteks sosial, tapuk sering digunakan sebagai cara untuk mengingatkan seseorang atau mengatakan kebenaran. Misalnya, ketika seseorang melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak tepat, orang lain mungkin akan tapuk mukanya untuk mengingatkannya. Dalam kehidupan sehari-hari, tapuk sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Ayah tapuk muka adiknya karena tidak sudi belajar", "Ibu tapuk pipiku karena tidak mengerti materi pelajaran", atau "Saya tapuk kepala anaknya karena tidak membawa tas sekolah". Kata tapuk ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, sering digunakan untuk mengingatkan atau mengatakan kebenaran. Dalam budaya Indonesia modern, tapuk tidak hanya digunakan sebagai cara untuk mengingatkan, tetapi juga sebagai simbol kebijaksanaan. Ketika seseorang melakukan kesalahan, tapuk dapat digunakan sebagai cara untuk mengingatkan dan membangun kebijaksanaan. Dengan demikian, tapuk menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia, menunjukkan pentingnya kebijaksanaan dan kesadaran akan kesalahan.