Arti Kata "tawar-tawar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tawar-tawar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tawar-tawar

ta·war-ta·war n setawar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tawar-tawar"

📝 Contoh Penggunaan kata "tawar-tawar" dalam Kalimat

1.Dalam perundingan, pihak-pihak terkait melakukan tawar-tawar untuk mencapai kesepakatan yang adil.
2.Dalam konteks bisnis, perusahaan melakukan tawar-tawar dengan pemasok untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
3.Sebagai seorang pengusaha, Sutanto sering melakukan tawar-tawar dengan kontraktor untuk mendapatkan proyek yang menjanjikan.
4.Dalam sejarah, perjanjian tawar-tawar antara kerajaan-kerajaan yang berbeda sering kali menyebabkan perubahan politik yang signifikan.
5.Pada saat itu, pemerintah melakukan tawar-tawar dengan kelompok oposisi untuk mencapai kesepakatan politik yang stabil.

📚 Artikel terkait kata "tawar-tawar"

Mengenal Kata 'tawar-tawar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tawar-tawar" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "tawar-tawar" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam arti resmi, "tawar-tawar" berarti setawar, tetapi dalam konteks sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan proses negosiasi atau perundingan yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Historisnya, kata "tawar-tawar" sering digunakan dalam konteks ekonomi dan perdagangan, di mana para pedagang dan pengusaha melakukan tawar-menawar untuk mendapatkan harga yang lebih baik.

Contoh Penggunaan Kata "tawar-tawar" dalam Kalimat Alami

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tawar-tawar" dalam kalimat yang alami: - Pada hari itu, saya melakukan tawar-tawar dengan penjual buku untuk mendapatkan harga yang lebih murah. - Proses tawar-tawar antara pemerintah dan perusahaan dapat memakan waktu lama. - Ibu saya sangat pandai dalam melakukan tawar-tawar ketika membeli bahan baku untuk bisnisnya.

Relevansi Kata "tawar-tawar" dalam Kehidupan Sehari-hari dan Budaya Indonesia Modern

Kata "tawar-tawar" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari Indonesia modern. Dalam konteks ekonomi, tawar-tawar masih menjadi bagian dari proses negosiasi antara penjual dan pembeli. Di sisi lain, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks sosial, seperti dalam perundingan antara pemerintah dan masyarakat. Dalam budaya Indonesia, tawar-tawar juga dapat digunakan dalam konteks tradisional, seperti dalam perundingan antara keluarga atau komunitas.