Arti Kata "tayamum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tayamum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tayamum

ta·ya·mum n Isl wudu dng debu (pasir, tanah) yg suci krn tidak ada air atau krn halangan memakai air, msl sakit;
ber·ta·ya·mum v melakukan tayamum

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tayamum"

📝 Contoh Penggunaan kata "tayamum" dalam Kalimat

1.Pada hari musim hujan, umat beragama Islam di kota kami sering melakukan tayamum karena sulit mendapatkan air.
2.Ibu meminta anaknya untuk melakukan tayamum sebelum shalat Jumat karena tidak ada air di rumah.
3.Dalam kitab fiqih, tayamum disebutkan sebagai salah satu cara untuk membersihkan diri saat tidak ada air.
4.Pak raja memutuskan untuk melakukan tayamum di lapangan karena air di tempat wudhu rusak.
5.Dalam proses pembangunan gedung masjid, mereka melakukan tayamum pada tanah yang telah dikhususkan sebagai tempat membersihkan diri.

📚 Artikel terkait kata "tayamum"

Mengenal Kata 'tayamum' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tayamum" - Cara Mengatasi Wudu Tanpa Air

Kata "tayamum" memiliki makna yang sangat penting dalam Islam, terutama dalam konteks melakukan wudu tanpa air. Istilah ini berasal dari kata Arab "تيمم" (ta-yā-mum), yang berarti melakukan wudu dengan menggunakan debu atau tanah yang suci. Sejarahnya, kata "tayamum" mulai digunakan dalam Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, ketika umat Muslim tidak memiliki akses ke air untuk melakukan wudu. Pada saat itu, mereka menggunakan debu atau tanah yang suci sebagai gantinya. Dengan demikian, kata "tayamum" menjadi sangat penting dalam praktik keagamaan Islam. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tayamum" dalam kalimat yang alami: - "Saya melakukan tayamum karena tidak ada air di lokasi kami." - "Dia melakukan tayamum karena mengalami sakit dan tidak bisa menggunakan air untuk wudu." - "Pada masa lalu, umat Muslim melakukan tayamum karena tidak memiliki akses ke air." Kata "tayamum" juga memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern. Banyak orang yang masih melakukan tayamum karena alasan-alasan seperti tidak ada air di lokasi atau karena mengalami sakit. Dengan demikian, kata "tayamum" menjadi sangat penting dalam praktik keagamaan dan kehidupan sehari-hari.