Arti Kata "tengik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tengik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tengik

1te·ngik a 1 berbau atau berasa tidak sedap (spt bau minyak kelapa yg sudah lama); berbau busuk: jangan menggoreng dng minyak kelapa yg sudah --; 2 ki jahat, kejam, kasar (tt perbuatan, perkataan, dsb): sikap dan ucapannya yg -- menyebabkan dia dibenci kawan-kawannya

2te·ngik n 1 pohon yg berkayu empuk dan getahnya beracun; Antiaris toxicaria; 2 kayu tengik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tengik"

📝 Contoh Penggunaan kata "tengik" dalam Kalimat

1.Tidak ada minyak kelapa yang dapat digunakan dalam menggoreng jika sudah tengik.
2.Keramahan dan keadilan sangat penting dalam masyarakat, jangan ada keadaan yang tengik.
3.Dalam perjalanan menuju ke hutan, kita harus berhati-hati dengan pohon tengik yang dapat menyebabkan keracunan.
4.Sikap dan ucapannya yang tengik menyebabkan dia menjadi bahan perbincangan di sekolah.
5.Jangan pernah menggunakan kayu tengik untuk membuat peralatan dapur karena dapat menghasilkan racun yang berbahaya.

📚 Artikel terkait kata "tengik"

Mengenal Kata 'tengik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tengik" - Makna dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Kata "tengik" memiliki makna yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Pada dasarnya, kata ini memiliki dua makna utama: pertama, berbau atau berasa tidak sedap, seperti bau minyak kelapa yang sudah lama; kedua, jahat, kejam, atau kasar, seperti sikap dan ucapannya yang menyebabkan dia dibenci kawan-kawannya. Penggunaan kata "tengik" dalam bahasa Indonesia juga memiliki konteks historis. Kata ini telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda, ketika minyak kelapa masih menjadi bahan utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Saat itu, minyak kelapa yang sudah lama bisa berbau tidak sedap dan beracun jika digunakan secara berlebihan. Dengan demikian, kata "tengik" menjadi sinonim dengan bau yang tidak sedap dan beracun. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tengik" masih digunakan untuk menggambarkan bau yang tidak sedap. Misalnya, "Jangan menggoreng dengan minyak kelapa yang sudah tengik, karena bisa membuat makanan tidak enak." Atau, "Sikapnya yang tengik menyebabkan dia dibenci teman-temannya." Penggunaan kata "tengik" dalam budaya Indonesia modern juga sangat relevan. Dalam konteks sosial, kata ini bisa digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak pantas atau tidak sopan. Misalnya, "Sikapnya yang tengik terhadap lawannya membuatnya tidak disukai oleh banyak orang." Dengan demikian, kata "tengik" menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesimpulan, kata "tengik" memiliki makna yang kompleks dan relevan dalam bahasa Indonesia. Dari makna bau yang tidak sedap hingga perilaku yang tidak pantas, kata ini menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.