Arti Kata "teosofis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "teosofis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

teosofis

te·o·so·fis /téosofis/ a berdasarkan teosofi; menurut teosofi: gambaran -- mengenai atom sangat berlainan dng gambaran secara ilmiah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "teosofis"

📝 Contoh Penggunaan kata "teosofis" dalam Kalimat

1.Pemikiran teosofis tentang asal usul manusia telah dipelajari sejak lama.
2.Teori teosofis tentang struktur atom masih diperdebatkan di kalangan para ilmuwan.
3.Pemikiran teosofis tentang hidup setelah kematian seringkali dianggap sebagai mitos.
4.Pengaruh teosofi pada peradaban manusia sangat signifikan dalam sejarah.
5.Dalam karya sastranya, pengaruh teosofi sangat terasa dalam tema dan motif cerita.

📚 Artikel terkait kata "teosofis"

Mengenal Kata 'teosofis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "teosofis" - Inspirasi dari Latar Belakang Filosofis

Kata "teosofis" memiliki makna yang spesifik dalam konteks filosofis. Berdasarkan teosofi, teosofis merujuk pada pemahaman tentang dunia yang berbeda dari pengertian ilmiah. Dalam sejarah, konsep teosofi berkembang sebagai reaksi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke-19. Para pendiri gerakan teosofi, seperti Helena Blavatsky dan Henry Steel Olcott, berusaha untuk mengintegrasikan elemen ilmiah dengan prinsip-prinsip spiritual. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "teosofis" sering digunakan untuk menggambarkan pemahaman tentang dunia yang lebih spiritual dan esoterik. Contoh penggunaan kata ini dapat dilihat dalam kalimat seperti: "Pemahaman teosofis tentang asal-usul manusia berbeda dari teori evolusi ilmiah." Atau, "Teori teosofis tentang energi universal menawarkan perspektif yang berbeda dari pemahaman sains." Dalam konteks modern, kata "teosofis" juga digunakan dalam budaya populer. Misalnya, dalam film "The Matrix" (1999), konsep teosofis tentang realitas virtual digunakan sebagai latar belakang cerita. Dalam konteks Indonesia, gerakan teosofi masih hidup dan berkembang, dengan banyak organisasi dan komunitas yang menerapkan prinsip-prinsip teosofi dalam kehidupan sehari-hari.