Arti Kata "terbis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "terbis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

terbis

ter·bis ark 1 v longsor (tt lereng gunung, tepi jurang, dsb); 2 n lereng; 3 n tambak di lereng parit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "terbis"

📝 Contoh Penggunaan kata "terbis" dalam Kalimat

1.Pada malam itu, lereng gunung mengalami longsor yang sangat besar sehingga banyak penduduk terpengaruh oleh kejadian itu.
2.Gempa bumi yang terjadi pada pagi hari menyebabkan lereng parit terbuka sehingga air laut masuk ke dalam daerah tersebut.
3.Ibu saya biasanya mengajak saya ke tambak di lereng parit untuk memancing ikan dan menikmati keindahan alam.
4.Tahun lalu, longsor di lereng gunung menyebabkan jalan raya menjadi tertutup sehingga lalu lintas menjadi macet.
5.Kita perlu berhati-hati ketika berjalan di lereng gunung karena ada risiko terjadinya longsor yang tidak terduga.

📚 Artikel terkait kata "terbis"

Mengenal Kata 'terbis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "terbis" - Bahasa Indonesia yang Menyimpan Sejarah

Kata "terbis" memiliki makna yang unik dalam Bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti ter·bis ark, yang dapat diartikan sebagai longsor lereng gunung, tepi jurang, atau tempat yang rawan longsor. Kata ini juga memiliki makna lain, seperti lereng atau tambak di lereng parit. Dalam konteks sejarah, kata "terbis" telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada saat itu, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan lereng gunung yang rawan longsor, yang sering kali menyebabkan bencana alam. Dalam budaya Indonesia modern, kata "terbis" masih digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berbahaya dan rawan longsor. Contoh penggunaan kata "terbis" dalam kalimat yang alami adalah: * "Lereng gunung yang terletak di daerah hutan ini sering kali mengalami terbis, sehingga membuat para penduduk khawatir." * "Setelah hujan lebat, tempat-tempat yang rawan terbis harus segera diwaspadai." * "Para penjelajah harus berhati-hati saat melintasi lereng gunung yang berpotensi terbis." Kata "terbis" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam budaya kita, kata ini sering kali digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berbahaya dan rawan longsor. Dalam konteks ini, kata "terbis" dapat diartikan sebagai sinyal peringatan untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana alam.