Arti Kata "tijak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tijak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tijak

ti·jak ? pijak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tijak"

📝 Contoh Penggunaan kata "tijak" dalam Kalimat

1.Di jalan itu, ada tijak yang kasar sehingga membuat saya terjatuh.
2.Saya harus berhati-hati saat berjalan di area yang memiliki tijak tajam.
3.tijak yang keras membuat saya tidak dapat berjalan dengan mudah di jalanan berdebu.
4.Saya harus membersihkan tijak yang kotor agar tidak menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.
5.Pengajar kami menegaskan pentingnya menggunakan tijak yang aman saat berlatih olahraga.

📚 Artikel terkait kata "tijak"

Mengenal Kata 'tijak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tijak" - Makna dan Relevansi dalam Bahasa Indonesia

Kata "tijak" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang cukup unik, yaitu sebuah tempat atau permukaan yang keras dan kasar, dimana dapat menimbulkan luka atau rasa sakit ketika digunakan untuk berdiri atau berjalan. Kata ini juga dapat diartikan sebagai sebuah permukaan yang keras dan tidak rata, sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau sakit ketika digunakan. Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata "tijak" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda. Pada saat itu, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan tanah yang keras dan kasar, yang membuat para pekerja atau petani kesulitan untuk berdiri atau berjalan di atasnya. Dalam konteks sosial, kata "tijak" juga digunakan untuk menggambarkan keadaan hidup yang keras dan tidak adil, di mana banyak orang kesulitan untuk mencari nafkah dan hidup dengan baik. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tijak" dalam kalimat yang alami: - "Dia mengeluh karena harus berdiri di atas tijak yang keras dan kasar di lapangan sepak bola." - "Ketika mengunjungi desa di pedalaman, saya harus berhati-hati karena tijak tanahnya sangat keras dan kasar." - "Dia mengatakan bahwa hidupnya seperti berjalan di atas tijak, di mana setiap langkahnya harus dipertimbangkan dengan hati-hati." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tijak" masih digunakan untuk menggambarkan keadaan yang keras dan tidak adil. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan keadaan hidup yang tidak mudah dan harus dilalui dengan hati-hati. Selain itu, kata "tijak" juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak rata dan tidak adil, sehingga membutuhkan perhatian dan pengertian untuk mengatasinya.