Arti Kata "tilang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tilang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tilang

ti·lang n akr bukti pelanggaran lalu lintas: hari ini telah diputuskan tiga belas perkara --; kena -- , dikenai bukti pelanggaran;
me·ni·lang v menangkap (pengemudi, pengendara) yg terbukti melanggar lalu lintas;
ter·ti·lang v kena tilang: selama ini para ~ malas hadir dl sidang krn mengira hanya membayar uang tertentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tilang"

📝 Contoh Penggunaan kata "tilang" dalam Kalimat

1.Polisi menilang seorang pengemudi karena melanggar peraturan lalu lintas.
2.Pengemudi yang melanggar lalu lintas diharapkan menyesali tindakannya setelah menilang.
3.Dalam proses belajar mengemudi, siswa harus mengerti cara menilang secara benar untuk menghindari kecelakaan.
4.Para polisi menilang di jalan raya untuk memastikan keselamatan masyarakat.
5.Karena melanggar peraturan lalu lintas, pengemudi dikenai tilang sebesar Rp 200.000.

📚 Artikel terkait kata "tilang"

Mengenal Kata 'tilang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tilang" dalam Lalu Lintas - Pelanggaran dan Dampaknya

Kata "tilang" memiliki makna yang sangat spesifik dalam konteks lalu lintas di Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu "tijdelijk" yang berarti "sementara" atau "waktu tertentu". Dalam arti resmi, tilang merupakan bukti pelanggaran lalu lintas yang dikenakan kepada pengemudi atau pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Dalam sejarahnya, tilang digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan para pengemudi dan pengendara untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Namun, dengan perkembangan waktu, tilang menjadi lebih serius dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Seseorang yang dikenai tilang akan menghadapi hukuman dan biaya tambahan. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata tilang dalam konteks yang alami: - Saya tidak sengaja menyalip, dan saya dikenai tilang karena melanggar aturan lalu lintas. - Polisi menangkap seseorang yang terbukti melanggar lalu lintas dan dikenai tilang. - Saya tidak ingin kena tilang, jadi saya akan berhati-hati saat berkendara. Kata tilang memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Banyak orang yang kena tilang karena melanggar aturan lalu lintas, dan dampaknya bisa sangat signifikan. Selain itu, tilang juga menjadi isu yang hangat dalam masyarakat, terutama karena biaya yang dibebankan kepada orang yang dikenai tilang. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan menghormati aturan lalu lintas agar kita tidak kena tilang.