Arti Kata "tundung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tundung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tundung

tun·dung v, me·nun·dung v mengusir (keluar dr rumah): sampai hati benar ayahnya ~ nya;
tun·dung·an n yg diusir; buangan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tundung"

📝 Contoh Penggunaan kata "tundung" dalam Kalimat

1.Ayahnya tidak mau lagi mendengar omongannya, jadi dia pun diusir dari rumah.
2.Sekarang dia tinggal dengan neneknya karena diusir oleh ayahnya.
3.Pengadilan menetapkan bahwa orang itu harus diusir dari negara karena aktivitas kriminalnya.
4.Dia diusir dari sekolah karena berulang kali mengganggu proses belajar mengajar.
5.Pengusiran warga dari suatu daerah sering terjadi karena konflik antar kelompok masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "tundung"

Mengenal Kata 'tundung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tundung" - Pengertian dan Contoh Penggunaan yang Benar

Kata "tundung" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apakah Anda sudah tahu maknanya secara tepat? Kata ini memiliki arti mengusir atau melepaskan orang dari rumah. Konsep ini telah ada sejak zaman dulu, ketika masyarakat masih menggunakan sistem sosial tradisional. Dalam konteks sosial, tundung dapat dipahami sebagai tindakan mengusir seseorang dari komunitas atau keluarga karena alasan tertentu. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan kata tundung tidak hanya terbatas pada konteks sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dapat menggunakan kata ini dalam bentuk lain, seperti tundungan yang berarti buangan atau pengusiran. Misalnya, "Dia ditundung oleh ayahnya setelah melakukan kesalahan besar." Atau, "Dia menjadi tundungan setelah dipenjara karena kejahatan." Dalam budaya Indonesia modern, kata tundung masih relevan dan sering digunakan dalam percakapan. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan mengusir orang dari rumah atau komunitas, seperti tindakan tundung yang kasar. Dalam konteks budaya, kata ini juga digunakan dalam lagu-lagu tradisional atau cerita rakyat yang mengisahkan tentang tundungan yang berani. Dengan demikian, kata tundung masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.