Arti Kata "uang sen" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "uang sen" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

uang sen

mata uang senilai 1/100 rupiah (pd zaman Hindia Belanda)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "uang sen"

📝 Contoh Penggunaan kata "uang sen" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "uang sen":
2.Pada zaman kolonial, mereka menggunakan uang sen sebagai mata uang kecil di pasar.
3.Di toko kecil, saya mencari uang sen untuk membeli permen.
4.Pada tahun 1950-an, uang sen masih digunakan sebagai mata uang resmi di Indonesia.
5.Di zaman dahulu, uang sen digunakan sebagai pembayaran kecil di tempat-tempat umum.

📚 Artikel terkait kata "uang sen"

Mengenal Kata 'uang sen' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "uang sen" - Sejarah dan Relevansi di Hidup Sehari-Hari

Kata "uang sen" seringkali tidak banyak dipahami oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang tidak pernah mengalami penggunaan uang sen sendiri. Namun, dalam konteks historis dan sosial, **uang sen** memiliki makna yang sangat penting sebagai mata uang senilai 1/100 rupiah pada zaman Hindia Belanda. Dalam sejarah, **uang sen** digunakan sebagai alat tukar yang memudahkan transaksi kecil di kalangan masyarakat. Uang sen juga memiliki peran penting dalam sistem keuangan di Hindia Belanda, yang kemudian berkembang menjadi Republik Indonesia. Meskipun sudah tidak digunakan secara aktif, kata "uang sen" masih memiliki relevansi dalam konteks sejarah dan kebudayaan Indonesia. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "uang sen" dalam kalimat yang alami: * "Di zaman dulu, ayah saya sering memberiku **uang sen** untuk membeli permen di warung." * "Pada masa Hindia Belanda, **uang sen** digunakan sebagai mata uang utama di Indonesia." * "Saya masih ingat saat kecil, saya pernah mendapatkan **uang sen** sebagai hadiah ulang tahun." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "uang sen" masih dapat dijumpai dalam berbagai konteks, seperti dalam budaya dan sejarah Indonesia. Misalnya, dalam lagu-lagu tradisional, kata "uang sen" seringkali digunakan sebagai metafora untuk menunjukkan kekayaan atau kemakmuran. Selain itu, kata "uang sen" juga dapat digunakan dalam konteks akademis, seperti dalam penelitian sejarah atau ekonomi. Dengan demikian, kata "uang sen" memiliki makna yang kompleks dan dapat dijumpai dalam berbagai konteks. Dengan memahami sejarah dan relevansi **uang sen**, kita dapat lebih memahami budaya dan kehidupan sehari-hari di Indonesia.