Arti Kata "ular picung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ular picung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ular picung

ular tidak berbisa, bagian lehernya berwarna merah seperti kalung, punggungnya berwarna hijau kekuning-kuningan atau keabu-abuan, perutnya putih kekuning-kuningan, panjangnya kira-kira satu meter; Natrix subminiata

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ular picung"

📝 Contoh Penggunaan kata "ular picung" dalam Kalimat

1.Pada saat kegiatan penyelamatan hewan, kami menemukan seekor ular picung yang terjebak di dalam bak mandi.
2.Di kebun binatang kami, seorang pelajar memandang ular picung dengan penasaran di sekitar akuariumnya.
3.Mereka mengatakan bahwa ular picung adalah spesies hewan yang tidak berbahaya bagi manusia.
4.Hari itu, seorang anak kecil menemukan seekor ular picung di halaman rumahnya dan sangat senang menunjukkannya kepada orang tuanya.
5.Pada saat penelitian, ilmuwan menemukan bahwa ular picung memiliki habitat di daerah dengan tanah yang lembut dan banyak vegetasi.

📚 Artikel terkait kata "ular picung"

Mengenal Kata 'ular picung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ular Picung" - Inspirasi dan Motivasi

Kenali Makna dan Konteks Ular Picung

Kata "ular picung" mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ular picung adalah sejenis ular yang tidak berbisa dan memiliki ciri khas pada bagian lehernya, yaitu berwarna merah seperti kalung. Selain itu, punggungnya berwarna hijau kekuning-kuningan atau keabu-abuan, perutnya putih kekuning-kuningan, dan panjangnya kira-kira satu meter. Ular picung memiliki nama ilmiah Natrix subminiata dan merupakan salah satu jenis ular yang paling umum ditemukan di Indonesia.

Contoh Penggunaan Ular Picung dalam Kalimat

Ular picung sering kali disebutkan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks alam atau kehewan. Contoh penggunaan kata "ular picung" adalah: "Saya melihat ular picung berada di pinggir jalan, namun saya tidak berani mendekatinya. Saya khawatir ular picung itu akan menggigit saya." Atau, "Ular picung merupakan salah satu jenis ular yang paling umum ditemukan di hutan, karena mereka dapat hidup di berbagai tempat." Ular picung juga sering kali digunakan sebagai simbol dalam budaya dan kepercayaan masyarakat Indonesia.

Relevansi Ular Picung dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ular picung memiliki relevansi yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks alam dan kehewan. Banyak warga Indonesia yang memiliki pengalaman langsung dengan ular picung, baik itu melihatnya di alam liar maupun membantunya di kebun atau ladang. Selain itu, ular picung juga sering kali digunakan sebagai simbol dalam budaya dan kepercayaan masyarakat Indonesia, seperti dalam pertunjukan seni atau upacara adat. Dengan demikian, kata "ular picung" memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks, serta dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Indonesia.