Arti Kata "wilangon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wilangon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wilangon

wi·la·ngon Jw kl n gelora berahi; dendam berahi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wilangon"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "wilangon" dalam Kalimat

1.Dalam kesempatan itu, dia mengekspresikan rasa marahnya dengan cara yang sangat berani dan berani, akan tetapi ternyata hanya menimbulkan rasa malu yang sangat berat, karena yang dia lakukan adalah sesuatu yang tidak pantas dan dapat dianggap sebagai wilangon.
2.Pada festival tahunan itu, masyarakat mengetengahkan budaya kuno dengan cara melakukan ritual yang penuh dengan kesenian dan musik, namun pada saat itu juga menunjukkan sisi gelap manusia berupa kecenderungan untuk melakukan wilangon.
3.Sebagai seorang aktivis, dia terus melakukan aksi-aksi yang menentang kekejaman pemerintah yang terkesan tidak adil, hal ini dapat menimbulkan rasa dendam berahi yang dapat berubah menjadi wilangon.
4.Dalam sebuah drama yang menggambarkan sejarah perjuangan rakyat, terdapat adegan yang menunjukkan bagaimana rasa ketidaktahuan dan kebencian dapat berubah menjadi wilangon dan merusak kehidupan.
5.Pada masa lalu, masyarakat sering melakukan ritual yang dapat menimbulkan rasa ketakutan dan kecemasan, namun pada saat itu juga dapat mengekspresikan rasa dendam berahi dan kemudian berubah menjadi wilangon.

πŸ“š Artikel terkait kata "wilangon"

Mengenal Kata 'wilangon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "wilangon" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "wilangon" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, wilangon diartikan sebagai "wilaΒ·ngon Jw kl n gelora berahi; dendam berahi". Kata ini memiliki konteks historis yang kaya, terutama dalam tradisi Bali, di mana wilangon digunakan untuk menggambarkan keadaan hati yang sedang mengalami gelora berahi atau dendam berahi. Makna ini juga terkait dengan konsep spiritual dan emosi yang kompleks dalam budaya Bali.

Penggunaan Kata "wilangon" dalam Kalimat yang Alami

Kata "wilangon" dapat digunakan dalam berbagai kalimat yang alami. Contohnya, "Dia sedang mengalami wilangon setelah kehilangan orang yang dicintainya". Dalam kalimat ini, wilangon digunakan untuk menggambarkan perasaan kesedihan dan kehilangan yang dialami oleh seseorang. Contoh lain, "Perasaan wilangon ini membuatnya tidak bisa tidur malam hari". Dalam kalimat ini, wilangon digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak nyaman dan tidak stabil.

Relevansi Kata "wilangon" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "wilangon" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi konflik dan perbedaan pendapat. Dalam budaya Indonesia modern, wilangon dapat digunakan sebagai inspirasi untuk menghadapi permasalahan yang kompleks. Dengan memahami makna dan konteks wilangon, kita dapat lebih baik dalam mengemban peran sebagai pribadi yang lebih sabar, lebih toleran, dan lebih kompasif. Melalui wilangon, kita dapat belajar untuk menghadapi permasalahan dengan lebih bijak dan lebih penuh perhatian.