Arti Kata "wilangon" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wilangon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
wilangon
wi·la·ngon Jw kl n gelora berahi; dendam berahi
Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wilangon"
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wilangon"
π Contoh Penggunaan kata "wilangon" dalam Kalimat
1.Dalam kesempatan itu, dia mengekspresikan rasa marahnya dengan cara yang sangat berani dan berani, akan tetapi ternyata hanya menimbulkan rasa malu yang sangat berat, karena yang dia lakukan adalah sesuatu yang tidak pantas dan dapat dianggap sebagai wilangon.
2.Pada festival tahunan itu, masyarakat mengetengahkan budaya kuno dengan cara melakukan ritual yang penuh dengan kesenian dan musik, namun pada saat itu juga menunjukkan sisi gelap manusia berupa kecenderungan untuk melakukan wilangon.
3.Sebagai seorang aktivis, dia terus melakukan aksi-aksi yang menentang kekejaman pemerintah yang terkesan tidak adil, hal ini dapat menimbulkan rasa dendam berahi yang dapat berubah menjadi wilangon.
4.Dalam sebuah drama yang menggambarkan sejarah perjuangan rakyat, terdapat adegan yang menunjukkan bagaimana rasa ketidaktahuan dan kebencian dapat berubah menjadi wilangon dan merusak kehidupan.
5.Pada masa lalu, masyarakat sering melakukan ritual yang dapat menimbulkan rasa ketakutan dan kecemasan, namun pada saat itu juga dapat mengekspresikan rasa dendam berahi dan kemudian berubah menjadi wilangon.