Arti Kata "wirasuara" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wirasuara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wirasuara

wi·ra·su·a·ra n penyanyi pria dl karawitan (gamelan) Jawa; penyeling (bagi si penyanyi): sebelum pementasan berlangsung, semua penari, penabuh gamelan, -- beserta perias ditampung di pemondokan khusus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wirasuara"

📝 Contoh Penggunaan kata "wirasuara" dalam Kalimat

1.Pada malam konser gamelan, penyanyi wirasuara berdiri di panggung sambil menyiapkan suara.
2.Dalam pertunjukan karawitan Jawa, wirasuara memiliki peranan penting dalam mengiringi gamelan.
3.Sebagai seorang wirasuara, dia harus memiliki kemampuan vokal yang baik untuk bernyanyi.
4.Dalam kehidupan sehari-hari, dia sering kali menjadi penyeling bagi teman-temannya sebelum pementasan.
5.Pada pesta adat Jawa, wirasuara dan penari menari beriringan dalam tarian tradisional.

📚 Artikel terkait kata "wirasuara"

Mengenal Kata 'wirasuara' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wirasuara" - Inspirasi dan Motivasi

Pada era kesenian tradisional Jawa, terdapat istilah wirasuara yang merujuk pada seorang penyanyi pria yang aktif dalam karawitan gamelan. Istilah ini juga mencakup arti penyeling, yaitu individu yang memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan acara sebelum pementasan berlangsung. Mereka akan menampung semua penari, penabuh gamelan, dan perias di pemondokan khusus untuk mempersiapkan diri sebelum pertunjukan. Dalam konteks sejarah, wirasuara memiliki peran penting dalam melestarikan budaya tradisional Jawa. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penghubung antara masyarakat dan kesenian tradisional. Dengan demikian, wirasuara dianggap sebagai tokoh inspiratif yang mampu membangkitkan semangat dan motivasi bagi generasi penerus. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah wirasuara masih relevan dalam beberapa konteks. Misalnya, ketika kita mendengar istilah "wirasuara" dalam konteks musik tradisional, kita mungkin langsung teringat dengan gamelan dan budaya Jawa. Namun, dalam konteks yang lebih luas, wirasuara juga dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi di sekitarnya. Dengan demikian, wirasuara merupakan simbol inspirasi dan motivasi yang patut diapresiasi.