Arti Kata "Baal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "Baal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Baal

1Ba·al n dewa kesuburan yg dipuja oleh orang Israel (disebut dl Perjanjian Lama)

2ba·al a kebal (tt rasa) krn kedinginan, disuntik, dsb sehingga tidak lagi berasa dingin, sakit, dsb; mati rasa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "Baal"

📝 Contoh Penggunaan kata "Baal" dalam Kalimat

1.Dalam Perjanjian Lama, Baal dipuja sebagai dewa kesuburan.
2.Para ilmuwan masih belum menemukan bukti pasti tentang keberadaan dewa Baal.
3.Dalam beberapa mitos Mesir, Baal digambarkan sebagai penguasa badai.
4.Dalam agama Yahudi, Baal dipandang sebagai penghancur moral masyarakat.
5.Dalam beberapa kisah sastra, Baal digambarkan sebagai dewa yang kuat dan berani.

📚 Artikel terkait kata "Baal"

Mengenal Kata 'Baal' - Inspirasi dan Motivasi

Baal: Dewa Kesuburan dalam Mitologi Israel

Dalam mitologi Israel, **Baal** adalah dewa kesuburan yang dipuja oleh orang-orang Israel pada masa lalu. Menurut catatan sejarah, **Baal** digambarkan sebagai dewa yang memiliki kekuatan besar dan dapat mengendalikan musim hujan dan pertumbuhan tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa **Baal** memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari orang-orang Israel, terutama dalam hal kesuburan dan pertanian. Contoh penggunaan kata **Baal** dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Dalam Perjanjian Lama, **Baal** digambarkan sebagai dewa yang dipuja oleh orang-orang Israel untuk meminta hujan dan kesuburan." "Pada masa lalu, **Baal** dilihat sebagai dewa yang kuat dan dapat memberikan kebahagiaan dan kekayaan." "Dalam mitologi Israel, **Baal** digambarkan sebagai dewa yang memiliki kekuatan besar dan dapat mengendalikan alam." Dalam kehidupan sehari-hari, **Baal** masih relevan dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam beberapa budaya Indonesia, masih ada tradisi yang terkait dengan **Baal**, seperti upacara pertanian dan ritual kesuburan. Selain itu, konsep **Baal** juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam hal kesabaran dan kesepakatan dengan alam. Dengan demikian, **Baal** masih memiliki makna yang relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.