Arti Kata "a-" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "a-" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

a-

3a- bentuk terikat 1 kekurangan : anemia; 2 tidak atau bukan: aseksual; 3 tanpa: anonim;

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "a-"

📝 Contoh Penggunaan kata "a-" dalam Kalimat

1.Penderita anemia harus mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.
2.Pemuda yang aseksual merasa sulit dalam mencari pasangan.
3.Penulis menggunakan nama samaran untuk menulis buku novel anonim.
4.Pendidikan seksual yang benar dapat membantu mencegah gejala anemia.
5.Karyawan yang bekerja di industri berbahaya cenderung mengalami anemia kronis.

📚 Artikel terkait kata "a-"

Mengenal Kata 'a-' - Inspirasi dan Motivasi

Penggunaan "a-" dalam Bahasa Indonesia

Penggunaan kata "a-" dalam bahasa Indonesia sering kali terkait dengan makna yang tidak lengkap atau tidak utuh. Dalam arti resmi, kata "a-" dapat diartikan sebagai "3a- bentuk terikat" yang memiliki tiga penggunaan yang berbeda. Pertama, kata "a-" digunakan untuk menggambarkan kekurangan atau penurunan seperti anemia, suatu kondisi kesehatan yang mengakibatkan kekurangan sel darah merah. Kedua, kata "a-" digunakan untuk menunjukkan tidak ada atau bukan seperti aseksual, suatu kondisi yang tidak memiliki preferensi seksual. Ketiga, kata "a-" digunakan untuk menunjukkan tidak ada identitas atau tidak bernama seperti anonim, suatu keadaan yang tidak memiliki identitas yang jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "a-" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang yang memiliki anemia harus mengonsumsi makanan yang kaya akan besi untuk mengobatinya. Seseorang yang aseksual mungkin memiliki preferensi dalam hubungan yang lebih intelektual dan emosional daripada hubungan fisik. Seseorang yang berstatus anonim mungkin memiliki kebebasan untuk bergerak dan berbicara tanpa khawatir akan identitasnya. Dalam budaya Indonesia modern, kata "a-" juga memiliki makna yang relevan. Misalnya, seseorang yang memiliki anemia harus berhati-hati dalam memilih makanan yang seimbang untuk menghindari gejala yang lebih parah. Seseorang yang aseksual mungkin memiliki kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih dalam dan intensif dengan orang lain. Seseorang yang berstatus anonim mungkin memiliki kebebasan untuk berekspresi dan berkreasi tanpa khawatir akan kritik atau perhatian dari orang lain.